Okky Asokawati: Pemotor Kebut-kebutan karena Kerap Diumpat

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 05/01/2019 20:53 WIB
Okky Asokawati: Pemotor Kebut-kebutan karena Kerap Diumpat Ilustrasi pemotor. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota DPR RI Okky Asokawati mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penelitian ilmiahnya, salah satu alasan pengendara motor kebut-kebutan adalah karena diumpat terlalu lambat oleh pengemudi lain.

Okky berbagi cerita soal hasil penelitiannya tersebut dalam acara Safety Riding bersama pengendara ojek online (ojol) dan Kementerian Perhubungan. Penelitian Okky sendiri dilakukan di kawasan Margonda, Depok, dengan responden mahasiswa.

"Salah satu alasan pengendara ngebut ya karena dimaki oleh pengendara lain. Dibilang lelet banget-lah makanya ngebut," kata Okky di Depok, Sabtu (5/1).


Okky menyebut umpatan itu memicu pengendara untuk menarik gas. Hal ini kemudian dibenarkan oleh pengemudi ojol yang menghadiri acara tersebut.

"Betul..," teriak mereka.

Okky menyatakan mayoritas responden penelitannya paham aturan berkendara yang aman, tapi adrenalin mereka kerap meningkat karena kondisi di jalan.

"Mereka itu tahu bahwa 40 kilometer per jam itu untuk safety riding. Tapi mereka biasanya dimarahi karena terlalu lambat. Ya begitulah keadaannya," ungkap Okky.

Selain karena diumpat pengemudi lain, menurut Okky, aksi kebut-kebutan juga biasa dilakukan oleh pemotor yang terburu-buru, atau karena beberapa alasan lain.

"Ada juga kebut-kebutan karena jalan yang sepi atau juga karena ingin diperhatikan. Jadi ini kompleks," ujar Okky.

Sementara itu, untuk pengemudi ojol, Okky menyebut faktor finansial juga menjadi salah satu alasan mereka memacu kencang kendaraan di jalanan. Okky kemudian mengingatkan bahwa sebagai kepala keluarga mereka harus lebih menjaga diri.

"Karena kalau mereka meninggal karena kecelakaan, keluarganya seperti apa? Itu yang harus dipikirkan," ungkap Okky.

Untuk itu, Okky meminta agar pemerintah tidak berhenti untuk melakukan edukasi. Karena lagi-lagi menurut penelitiannya dengan sejumlah mahasiswa di Depok bahwa orang akan memutuskan berhenti mengebut jika pemahaman rasio terhadap dampak kecelakaan sudah memadai.

Pendiri sekolah QQ Modeling itu menyebut saat melakukan penelitian, respondennya menyatakan akan berhenti ngebut setelah ditampilkan foto-foto akibat kecelakaan.




(ctr/vws)