Untuk pengetesan performa, CNNIndonesia.com menggunakan tiga aplikasi pengetesan berbeda. Benchmark menggunakan 3D Mark untuk mengetes performa gaming. Untuk penilaian kali ini kami menggunakan 3D Mark Slingshot yang ditujukan untuk mengetes ponsel kelas menengah.
PC Mark digunakan untuk menilai performa ponsel ketika digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti berselancar, mengedit dokumen, foto, video. Kami menggunakan pengetesan menggunakan PC Mark Work 2.0.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
| Produk | Skor Benchmark | ||
| 3D Mark Slingshot | PCMark Work 2.0 | Antutu | |
| Asus Zenfone Max Pro M2 | 1819 | 5889 | 143.000 |
| Samsung Galaxy A8 Star | 2043 | 5728 | 135.026 |
| Xiaomi Mi A2 | 1899 | 6153 | 134.292 |
| Oppo Realme 2 Pro (RAM/ROM) | 1224 | 7489 | 140.000 |
| Vivo V11 Pro | 1848 | 6128 | 134.000 |
Saat diuji bermain gim populer seperti PUBG, ponsel ini memberikan performa yang tidak mengecewakan. Saat memulai gim, PUBG menyetel gameplay dengan pilihan medium. Namun, ketika tampilan dipaksa menggunakan standar yang lebih tinggi, tampilan grafis dan performa gim bisa tetap berjalan mulus.
Smartphone ini mendukung empat satelit GPS; GPS, AGPS, Glonass, BDS. Dari hasil pengujian dengan GPS Benchmark ponsel ini punya kecepatan mengunci posisi cukup cepat dan akurasi yang tidak terlalu buruk.
Kecepatan mengunci posisi ponsel kurang dari 1 menit, hasilnya bervariasi mulai dari hitungan 20-an detik, hingga70-an detik. Sementara ketepatan posisi bervariasi mulai dari hitungan 5 - 50 meter.
Meski demikian, performa GPS ini tidak terlalu berpengaruh ketika pengguna menggunakannya untuk memesan transportasi online atau bernavigasi dengan aplikasi peta.
Baterai
Dengan 5.000 mAh perangkat ini memberikan ketahanan baterai yang cukup mumpuni. Saat diuji dengan pengujian baterai Geekbench ia mendapat skor 6670 dengan estimasi performa baterai medium. Angka ini lebih baik dari yang didapat Samsung Galaxy Note 8 yang mendapat skor 5.000. Baterai berkurang 12 persen dengan pengujian selama 1 jam 25 menit.
Layar Asus Zenfone Max Pro M2 punya layar cemerlang yang memanjakan mata. Pelapis layarnya menggunakan Corning Gorilla Glass 6 yang punya ketahanan gores lebih tinggi (CNN Indonesia/Safir Makki)
Asus menempatkan speaker (kiri) yang punya suara cukup lantang di bagian bawah ponsel berjajar dengan pengisi daya microUSB (tengah) dan jack 3,5 mm (kanan) (CNN Indonesia/Safir Makki)
Asus menempatkan pemindai sidik jari dibagian tengah belakang ponsel dan slot SIM ganda plus microSD di bagian kiri bodi ponsel (CNN Indonesia/Safir Makki)
Hasil foto kamera belakang Asus Zenfone Max Pro M2. Hasil foto kamera depan memberikan detil yang lebih baik ketimbang hasil foto kamera depan (bawah). (CNN Indonesia/Eka Santhika)
Hasil foto kamera depan Asus Zenfone Max Pro M2. Meski resolusi kamera depan lebih tinggi dari kamera belakangnya, namun hasil foto kamera belakang lebih detil dan tajam dari kamera depan (CNN Indonesia/Eka Santhika)
Hasil foto kamera belakang Asus Zenfone Max Pro M2 juga memberikan warna yang lebih hangat, cenderung kemerahan pada hasil fotonya. (CNN Indonesia/Eka Santhika Parwitasari)
Pengaturan manual dengan fitur Pro bisa digunakan untuk sedikit bereksperimen dengan kecepatan rana rendah pada ponsel untuk menghasilkan foto malam hari seperti ini. Namun, rana paling lambatnya hanya 1/4 saja (CNN Indonesia/Eka Santhika).
Pengambilan foto dengan mode Depth Effect menghasilkan latar yang lebih buram. (CNN Indonesia/Eka Santhika)
Latar buram juga bisa didapat dengan mengaktifkan mode Pro dengan memilih pengaturan fokus 'makro'. (CNN Indonesia/Eka Santhika)
Foto tanpa fitur HDR, bagian latar tak ditampilkan dengan jelas (CNN Indonesia/Eka Santhika)
Dengan fitur HDR, latar foto yang cerah tampak jelas (CNN Indonesia/Eka Santhika)
Pengambilan foto malam hari dengan kamera belakang mode auto. (CNN Indonesia/Eka Santhika)
Foto dengan mode 'Night' dengan kamera belakang (CNN Indonesia/Eka Santhika)
Foto dengan kamera depan di kondisi kurang cahaya (CNN Indonesia/Eka Santhika)