Ghosn Disebut Mengalami Perlakuan Kasar di Penjara

Antara,, CNN Indonesia | Senin, 14/01/2019 16:51 WIB
Ghosn Disebut Mengalami Perlakuan Kasar di Penjara Carlos Ghosn kehilangan bobot 7 kilogram sejak penahanannya dan hanya makan nasi dan gandum selama di balik jeruji. (Foto: REUTERS/Regis Duvignau)
Jakarta, CNN Indonesia -- Carole Ghosn yang merupakan istri dari Carlos Ghosn mendesak Human Rights Watch untuk memperhatikan kondisi yang dialami suaminya selama di penjara. Carole menduga suaminya mendapatkan perlakuan tidak pantas semenjak ditahan oleh otoritas Jepang.

Carole Ghosn, dalam surat setebal sembilan halaman meminta kepada direktur Jepang untuk Human Rights Watch, Kanae Doi untuk menyoroti perlakuan kasar dan ketidakadilan terkait hak asasi manusia yang dialami suaminya, yang ditimbulkan oleh sistem peradilan Jepang.

Ghosn bertanggung jawab atas aliansi yang mencakup Nissan, Mitsubishi dan Renault, hingga penangkapan atas dirinya di pertengahan November tahun lalu mengejutkan industri.
Pemerintah telah menolak permintaan untuk mengakhiri penahanannya selama 39 hari. Pengacaranya mengatakan bahwa kemungkinan akan membutuhkan lebih dari enam bulan untuk kasusnya diadili.

Pejabat dari Human Rights Watch yang bermarkas di New York, Nissan dan kedutaan besar Amerika Serikat di Jepang tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar atas surat tersebut.


Nissan mengatakan pada Jumat lalu bahwa pihaknya telah mengajukan pengaduan pidana terhadap Ghosn dengan jaksa Tokyo terkait dengan penyalahgunaan "sejumlah besar dana perusahaan."
Mantan eksekutif Nissan itu ditahan di sel seluas 75 kaki persegi dan tidak diberi obat harian, menurut surat Carole Ghosn. Dia telah kehilangan bobot 7 kilogram sejak penahanannya dan hanya makan nasi dan gandum, kata surat itu.

Jaksa penuntut di Jepang sering mencoba mengekstraksi pengakuan dari tahanan yang dapat berlangsung berbulan-bulan, kata Carole Ghosn dalam surat itu.

"Selama berjam-jam setiap hari, para jaksa menginterogasinya, mencambuknya, menceramahinya dan mencaci makinya, di luar kehadiran pengacaranya, dalam upaya untuk mengekstraksi pengakuan," katanya.

"Tidak seorang pun harus dipaksa menanggung apa yang dihadapi suami saya setiap hari, khususnya di negara maju seperti Jepang, ekonomi terbesar ketiga di dunia," kata Carole menambahkan. (ham/mik)




BACA JUGA