Sein merupakan perangkat pada kendaraan yang berguna untuk memberikan sinyal kepada pengguna jalan lain ingin membelok. Pada era modern, sein dipahami secara internasional berupa lampu berwarna kuning yang dipasang di sisi luar kendaraan hingga bisa dilihat dari depan, samping, dan belakang.
Sein menjadi salah satu bagian dari sistem komunikasi antar pengemudi yang sanggup menjadi solusi kebingungan di jalanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mengenal Cara Kerja Rem Tangan Elektronik |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cerita Lawrence di dunia otomotif tidak hanya sampai di situ. Dia juga mengembangkan perangkat lain, yaitu petunjuk mobil berhenti yang kita kenal sekarang sebagai lampu rem.
Tidak seperti rem sekarang berupa lampu berwarna merah, sistem ciptaan Lawrence yaitu lambang "stop" yang bakal keluar di belakang mobil bila pedal rem diinjak.
Ide Lawrence sederhana, namun itu yang menjadi cikal bakal perkembangan dunia otomotif hingga sekarang. Meski berjasa, nama Lawrence kurang terkenal dalam dunia otomotif lantaran penemuannya tidak pernah sampai menjadi paten.
New York Times menyebut ada banyak orang yang mematenkan penemuan cikal bakal sein, salah satunya Edgar Walz Jr pada 1925. Walz mematenkan lampu dengan panah dan lampu rem.
Kemudian ada juga Joseph Bell pada akhir 1930-an yang pertama mematenkan lampu berkedip. Pada 1939, produsen otomotif Amerika Serikat Buick juga mematenkan sein sebagai perlengkapan standar mobil.
Lampu sein berupa sistem elektrik dengan lampu berkedip baru tenar pada pertengahan 1950-an dan terus diperbarui hingga sekarang.
Lihat juga:Alasan Keberadaan Lampu Kabut |
Penjelasan auto.howstuffworks.com, lampu hazard adalah fitur kendaraan yang berguna sebagai bentuk komunikasi dengan pesan "lihat aku" atau "perhatikan aku". (ryh/fea)