Emisi C02 Mobil Listrik Lebih Rendah dari Mobil Konvensional

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 09:23 WIB
Emisi C02 Mobil Listrik Lebih Rendah dari Mobil Konvensional Ilustrasi mobil listrik. (Foto: AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu nada kritis tentang kedatangan era mobil listrik yaitu anggapan tidak akan mengurangi emisi CO2 (karbon dioksida) di udara, sebab listrik buat tenaga baterainya dihasilkan dari pembangkit listrik bertenaga batu bara yang umum digunakan banyak negara. Namun, penelitian baru menjelaskan sebaliknya.

Data dari BloombergNEF (BNEF) mengungkap bahwa dalam konteks penggunaan jangka panjang, walaupun berasal dari batu bara, mobil listrik tetap lebih sedikit menghasilkan CO2 ketimbang mobil bermesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/ICE).

Emisi CO2 dikatakan sekitar 40 persen di bawah mobil-mobil ICE produksi 2018. Penelitian memperlihatkan perbedaan besar emisi di antara kedua kategori mobil itu dipandang dari industri energi yang bisa tergantikan.


Bahkan di China, negara yang lebih ketergantungan pada pembangkit listrik bertenaga batu bara, mobil listrik dikatakan lebih hijau dibanding ICE dipandang dari sisi emisi CO2.

Masih dari data yang sama, diprediksi mobil listrik bakal menjadi lebih bersih pada masa depan karena pembangkit listrik bertenaga batu bara semakin ditinggalkan. Seiring perkembangan, pembangkit listrik bakal beralih ke sumber energi lain, seperti angin dan cahaya matahari.

Para peneliti memprediksi China bakal menjadi negara termaju atas peralihan sumber energi itu. Tren ini juga diperkirakan bakal mengurangi rata-rata emisi hingga 90 persen di Inggris dan lebih dari sepertiga di Jepang pada 2040.

Penelitian juga memperkirakan persentase pembangkit listrik dengan sumber tenaga nol emisi CO2 di dunia bakal meningkat dari 38 persen pada 2018 hingga 63 persen pada 2040.

Dalam proses itu emisi CO2 dari ICE turun 1,9 persen per tahun hingga 2040 dan emisi CO2 dari mobil listrik berkurang antara 3-10 persen per tahun pada periode yang sama.

"Saat ICE keluar dari jalur produksi, emisi per km dibuat, tetapi pada mobil listrik akan turun setiap tahun karena sumber tenaganya semakin bersih," ucap analis transport BNEF, Colin McKerracher, diberitakan Autocar, Kamis (17/1).

(fea/mik)