Untung Tak Cukup Besar, Tesla PHK Lagi Ribuan Pegawai

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 19/01/2019 11:47 WIB
Untung Tak Cukup Besar, Tesla PHK Lagi Ribuan Pegawai Di tengah kesulitan mendapat profit dan upaya memangkas biaya produksi, Tesla akan memutus kerja sekitar tujuh persen atau 3.150 orang karyawannya. (Reuters/Beck Diefenbach)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produsen mobil listrik Tesla mengumumkan akan memutus hubungan kerja (PHK) sekitar 7 persen tenaga kerjanya.

Langkah itu dilakukan bos Tesla, Elon Musk, untuk memangkas biaya produksi agar sedan Model 3-nya yang dipatok dengan harga jual US$44 ribu bisa dijual dengan harga lebih terjangkau bagi kelas menengah.

"Kebutuhan untuk varian dengan harga lebih murah bagi Model 3 menjadi sangat besar pada 1 Juli ketika pemerintah Amerika Serikat mencabut insentif dan membuat mobil tersebut menjadi US$1.875 lebih mahal," ucap Musk, Jumat (18/1).



Musk tidak mengungkap perkiraan jumlah pegawai yang akan di-PHK. Namun, sampai Oktober tahun lalu, Tesla memiliki sekitar 45 ribu karyawan dan diperkirakan sebanyak 3.150 orang akan diputus kontrak kerjanya kali ini.

Dia mengatakan pada skala tertentu butuh usaha ekstrem dan kreativitas tanpa henti untuk membuat produk ramah lingkungan yang terjangkau.

Untung Tak Cukup Besar, Tesla PHK Lagi Ribuan PegawaiModel 3 saat ini dipatok dengan harga jual US$44 ribu. (Reuters/Mike Blake)
"Dan menyukseskan misi ini sangat penting demi memastikan masa depan yang lebih baik, jadi kami harus melakukan apa pun yang kita bisa untuk memajukan (produk) ini," katanya seperti dikutip AFP.

Pada Oktober lalu, Tesla melaporkan laba kuartal ketiga perusahaan sebesar US$312 juta. Dalam unggahan blognya, Musk mengatakan laba kuartal keempat akan lebih kecil dari sebelumnya sehingga membuat prospek keuntungan lebih sulit untuk kuartal pertama 2019.


Meski begitu, Musk tetap berharap bisa mendapatkan "keuntungan kecil" di kuartal saat ini. "(Keuntungan kecil itu) merupakan sesuatu yang sulit didapat dan membutuhkan usaha serta keberuntungan yang besar," ujarnya.

Pada Juni lalu, Tesla juga telah mengumumkan PHK bagi sekitar sembilan persen karyawannya.

Pemutusan hubungan kerja ini bagian dari restrukturisasi perusahaan untuk mengatasi organisasi perusahaan yang dinilai terlalu besar. PHK tersebut diharapkan bisa meningkatkan profitabilitas keuangan perusahaan.

Di saat Tesla sibuk merumahkan pegawainya, rival perusahaan seperti General Motors dan Volkswagen justru getol memperkenalkan lebih banyak model mobil listrik dengan harga kompetitif, termasuk kendaraan jenis sports dan truk pikap yang memiliki keuntungan margin yang luas.

Pengumuman PHK juga membuat saham Tesla turun tajam 13 persen ke US$302,26 yang membuat perjuangan perusahaan untuk meningkatkan keuntungan di tahun ini kian sulit. (rds/stu)