Tips Otomotif

Cara Memberlakukan Jaket Anti-air

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 19/01/2019 15:48 WIB
Cara Memberlakukan Jaket Anti-air Jaket hujan meningkatkan penampilan dan melindungi pemotor dari angin dan guyuran hujan. (Foto: Istockphoto/AleksandarGeorgiev)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain menggunakan jas hujan ponco atau setelan, pengendara motor kerap mengenakan jaket anti-air (jaket hujan) sebagai pelindung tubuh. Bukan hanya untuk menjaga penampilan, jaket hujan juga bisa melindungi tubuh biker dari angin dan guyuran hujan.

'Jaket hujan' biasanya digunakan pengendara saat curah hujan rendah. Untuk diketahui, jaket model ini punya bahan tidak langsung menyerap air.

Karena sifatnya yang tidak menyerap air, banyak orang berpikir jaket hujan tidak perlu dicuci. Justru jaket hujan perlu dicuci, jika tidak pakaian pelindung badan ini akan mengeluarkan bau tak sedap akibat kotoran, debu, dan keringat.


Ada trik khusus untuk mencuci jaket hujan. Cara mencuci jaket hujan tidak seperti pakaian pada umumnya, karena setelan satu ini terbuat dari bahan khusus yang membuatnya tahan air.

Sebab, mengutip keterangan resmi Timberland, jaket hujan pada dasarnya dilapisi bahan khusus disebut durable water repellent (DWR). DWR ini yang membuat air tak bisa menyerap ke bagian dalam pakaian, tapi tergelincir ke bawah seperti air di atas daun talas. Agar lapisan anti airnya tidak rusak, jaket hujan perlu perlakuan khusus.

Hal pertama yang harus diketahui pemilik bahwa jaket hujan tidak boleh dicuci dengan detergen biasa karena kimia di detergen terlalu keras bagi bahan DWR. Sebaiknya, bacalah instruksi pencucian yang tertera di label jaket.

Jika tidak yakin bisa mencuci sendiri, kirimkan jaket ke penatu atau jika tetap ingin mencuci sendiri, gunakan cairan pencuci khusus untuk jaket hujan yang tersedia di pasaran.

Namun, perlu dipahami juga mencuci jaket anti air terlalu sering akan menghilangkan lapisan DWR dengan cepat, mengingat bahwa lapisan ini akan terkikis setelah beberapa kali pencucian.

Sebagai gantinya, kita bisa lap semua kotoran pada jaket dengan kain bersih dan angin-anginkan jaket untuk mengeringkan sisa lembab.

Jika jaket hujan mudah lembab, itu berarti lapisan DWR telah rusak. Namun jangan khawatir karena lapisan anti air dapat dikembalikan dengan membeli cairan DWR yang bisa dibeli di toko.

Cara melapisinya tutup ritsleting jaket lalu semprotkan cairan DWR ke seluruh permukaan luar dan beri lapisan tambahan pada area-area yang lebih terekspos atau sering bergesekan dengan benda lain, seperti bagian bahu yang sering terkena tali ransel. (ryh/mik)