Praktik Tepat Bersihkan Mobil Usai Diguyur Hujan

CNN Indonesia | Minggu, 20/01/2019 12:18 WIB
Praktik Tepat Bersihkan Mobil Usai Diguyur Hujan Ilustrasi kendaraan saat hujan. (Foto: ANTARA FOTO/HO/H. Prabowo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Buat pengguna kendaraan, musim hujan bakal sedikit merepotkan. Mobil dan motor yang dipakai beraktivitas sehari-hari bisa jadi sering kotor dan pemilik bukan tidak mungkin malas sering-sering membersihkannya.

Membiarkan kendaraan terlalu lama tidak dibersihkan setelah dipakai hujan-hujanan bikin penampilan jadi tak sedap dipandang. Kotoran air hujan atau cipratan genangan air bisa berkerak bila sempat mengering karena tidak dibersihkan.

Selain itu, kotoran juga sanggup menimbulkan efek negatif lainnya, yaitu potensi karat. Seperti diketahui air hujan mengandung beberapa faktor penyebab karat, misalnya asam dan garam.


CEO Autoglaze Indonesia Robby Kurnia menjelaskan cara paling tepat dan praktis yang harus dilakukan pemilik kendaraan setelah menerabas hujan adalah dengan membilasnya.

Robby mengatakan seharusnya kendaraan segera dibilas menggunakan air bersih sampai semua kotoran rontok tanpa mengusapnya dengan sabun.

"Jangan langsung lap, cuci dulu misalnya disiram. Yang penting kotoran tidak menempel dulu di kendaraan," kata Robby beberapa waktu lalu di outlet pencucian mobilnya di Jakarta.

Ia lanjut menjelaskan jika pemilik kendaraan tidak segera membilas, efek paling terlihat adalah munculnya bercak-bercak deposit yang mengganggu penampilan dan bisa sulit dibersihkan.

"Hujan ada asam dan lainnya. Maka habis kena hujan jika tidak dilap itu akan mengering dan meninggalkan bekas, soalnya akan ada garam-garam," ungkapnya.

Keterangan tidak langsung dilap usai dibilas, jelas Robby, guna mencegah bodi baret akibat sisa kotoran padat berukuran kecil yang menempel.

"Jadi yang penting air hujan yang menempel itu sudah tidak ada karena kendaraan sudah dibilas semuanya," ujar Robby. (ryh/fea)