Polling: Banyak Tak Setuju Motor Masuk Tol

tim, CNN Indonesia | Rabu, 30/01/2019 18:39 WIB
Polling: Banyak Tak Setuju Motor Masuk Tol Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/caoyu36)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah motor akan direstui menjadi angkutan umum, kini ada wacana motor boleh memasuki jalan bebas hambatan (tol).

Wacana tersebut dilontarkan oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo di depan pengguna sepeda motor di Jakarta pada akhir pekan lalu. Pria karib disapa Bamsoet itu mengusulkan izin kepada Pemerintah RI supaya pengendara sepeda motor dapat masuk ke tol.

Tol sudah tersebar luar di sejumlah titik vital di Indonesia. Keberadaan tol sangat menguntungkan pemilik mobil yang hendak mempersingkat waktu perjalanan dari satu titik ke titik lain.


Namun sebaliknya, keuntungan pemilik mobil itu tidak dirasakan pemilik motor yang masih menggunakan jalan non tak berbayar. Untuk mencari tahu isi hati masyarakat Indonesia, CNNIndonesia.com pun mengadakan polling setuju kah tol untuk sepeda motor.

Polling melibatkan 897 pemilih, dan 66 persen di antaranya memilih tak setuju motor masuk tol. 25 persen menyatakan setuju motor masuk tol, dan 9 persen masih ragu-ragu.

Pemilih tidak menginginkan motor masuk tol sangat mendominasi. Pilihan mereka pasti punya alasan tertentu mengapa tak menyetujui motor melintasi tol yang selama ini hanya untuk kendaraan roda empat atau lebih.



Untuk diketahui penggunaan jalur tol untuk sepeda motor sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah PP Nomor 44 Tahun 2009, yang merevisi Pasal 38 PP Nomor 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol.

Pada Pasal 1a dijelaskan bahwa pada jalan tol dapat dilengkapi dengan jalur kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalur tol yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

Pasal tersebut menjelaskan jika diperbolehkan maka tol harus tersedia lajur khusus pengendara sepeda motor untuk menghindari kecelakaan yang melibatkan motor.

Khaironi pengendara sepeda motor yang ditemui CNNIndonesia.com di Jakarta setuju dengan wacana tersebut dan menambahkan bahwa motor masuk tol cukup efektif karena akan melerai kemacetan jalan utama yang disebabkan tidak tertibnya pengendara motor.

"Setuju si biar di jalanan juga jadi lancar kan biasanya motor-motor di jalanan itu tidak beraturan dan buat macet," kata Khaironi.

Diaz selaku pengendara motor lain juga setuju dengan wacana tersebut karena dipastikan akan menghemat waktu perjalanan pengguna sepeda motor.

"Setuju saja pasti bakal hemat waktu juga, tapi pemerintah harus juga serius garapnya," ucapnya.

Di satu sisi, pemotor lain, yaitu Farhan tidak setuju dengan wacana tersebut karena menurutnya kurang efektif jika tujuannya untuk mengurangi kemacetan. Menurutnya permasalahan yang ada sebenarnya adalah jumlah kendaraan pribadi baik mobil dan motor khususnya di pulau Jawa sudah terlalu banyak di jalanan.

Dikatakan Farhan, untuk melerai kemacetan paling efektif adalah mencekik penjualan kendaraan pribadi di Indonesia.

"Kurang setuju si karena mau diapain juga emang kendaraan pribadi (mobil dan motor) khususnya di pulau Jawa udah kebanyakan dan itu masalahnya," tutup Farhan. (ham/mik)