"Direktur Jenderal GSMA, Mats Granryd, melalui pemberitahuan tertulis mengusulkan anggotanya memasukkan agenda debat soal Huawei dalam rapat dewan berikutnya," ujar seorang juru bicara federasi, Sabtu (2/2).
Pertemuan dewan selanjutnya diharapkan dapat dilaksanakan pada akhir Februari, di sela Kongres Seluler Dunia di Barcelona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Barat juga khawatir Undang-Undang Intelijen Nasional China membuat perusahaan dan masyarakat bekerja sama dalam upaya spionase.
Lihat juga:Indonesia Rentan Kena Serangan Siber |
Banyak operator selama ini mengandalkan Huawei dalam membangun jaringan 5G. Larangan de facto ini dianggap akan menjadi kemunduran besar bagi Eropa untuk tetap kompetitif dalam komunikasi, mobil self-driving, dan teknologi medis.
Perusahaan telekomunikasi terbesar di Eropa, Deutsche Telekom (DTEGn.DE), menyatakan rencananya meluncurkan layanan baru bahkan bisa tertunda dua hingga tiga tahun jika penghentian peralatan jaringan Huawei dilaksanakan. (chri/has)