Konsumen Mercy Disebut Tak Tertarik DP 0 Persen Mobil

tim, CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 16:12 WIB
Konsumen Mercy Disebut Tak Tertarik DP 0 Persen Mobil Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) menggelar acara"Mercedes-Benz Weekend Test Drive 2019" di Jakarta, mulai Kamis-Minggu (7-10/2). (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Deputy Director Sales Operations & Product Management Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan bahwa sejumlah konsumen Mercedes-Benz lebih tertarik dengan promo bunga rendah ketimbang memanfaatkan fasilitas uang muka (downpayment/DP) 0 persen untuk kendaraan bermotor yang dicetuskan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Untuk pembeli ya masih lebih banyak yang mencicil. Tapi mungkin bunga rendah kami amati sejauh ini lebih menarik untuk segmen premium," kata Kariyanto di sela-sela acara "Mercedes-Benz Weekend Test Drive 2019" di Jakarta, Kamis (7/2).

Menurut Kariyanto, berdasarkan pengamatan pihaknya, lembaga pembiayaan untuk mobil premium Mercedes-Benz kerap menarik konsumennya dengan skema bunga rendah. Di satu sisi konsumen lebih memilih mengeluarkan uang muka dibanding DP 0 persen.


Persentase bunga rendah, dijelaskan dia tergantung dari program yang dibuat leasing. Bahkan, bunga cicilan bisa mencapai nol persen dengan skema cicilan 12 bulan sampai 24 bulan.

"Tapi kalau bunga berapa persen tergantung program. Ada juga bunga nol persen dengan tenor setahun misalnya," ucap Kariyanto.

Dijelaskan Kariyanto, MBDI tak jarang turut 'campur tangan' berkolaborasi dengan rekanan leasing untuk menyediakan program khusus bagi konsumen dalam negeri, beberapa di antaranya memberikan berupa paket cicilan menarik. Namun, kolaborasi biasanya dilakukan pada saat tertentu dan unit yang tersedia.

"Jadi kami lihat kondisi stok seperti apa, dan yang pengen di-push jualannya apa," kata pria karib disapa Kari itu.

DP 0 Persen Bukan Andalan Pikat Konsumen

Meski membeli mobil tanpa uang muka sangat menggiurkan, namun skema DP nol persen tak menggiurkan bagi konsumen Mercedes-Benz.

Dijelaskan Kari, sejumlah leasing yang menjadi rekanan MBDI justru belum bersedia menawarkan program uang muka nol persen kepada calon pembeli, meski rasio pembiayaan bermasalah (Nonperforming Financing/NPF) masuk kategori OJK.

Dalam aturan OJK diketahui perusahaan pembiayaan yang memiliki rasio pembiayaan bermasalah lebih rendah atau sama dengan satu persen dapat menerapkan ketentuan uang muka untuk seluruh jenis, baik motor dan mobil, sebesar nol persen.

Waspada di Tahun Politik

Mercedes-Benz turut mewaspadai tahun politik 2019 yang dikhawatirkan bisa mengganggu bisnisnya di Tanah Air.

"Untuk penjualan pas lebaran karena banyak liburan turun, tapi itu biasa. Tapi tahun ini kami antisipasi tahun pemilu," kata Kari.

Kendati demikian, Kari mengaku pihaknya tetap optimistis bahwa pemerintah dapat menjaga iklim bisnis otomotif meski tahun politik 'memanas' sekalipun.

"Makanya kaya gini (kegiatan) juga kami termasuk agresif. Kami ngejar sebelum April. Tapi kami tetap percaya bahwa pemerintah bisa menjaga situasi kondisi agar bisnis tetap berjalan," tutup Kari. (ryh/mik)


BACA JUGA