Peneliti Ungkap Gambar 3D Galaksi Bima Sakti

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 08:25 WIB
Peneliti Ungkap Gambar 3D Galaksi Bima Sakti Ilustrasi (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gambar tiga dimensi Galaksi Bima Sakti terungkap oleh astronom dari China dan Australia. Dari hasil gambar tersebut Galaksi yang kita huni ini ternyata menekuk di pinggirnya. Sebelumnya, para ahli berpendapat kalau galaksi kita berbentuk bulat pipih yang berisi gas dan bintang.

Penelitian yang dilakukan dari Universitas Macquarie dan Akademi Sains China ini dipublikasikan pada 5 Februari di jurnal Nature Astronomy.

"Kita biasanya berpikir galaksi berbentuk spiral dan cukup pipih seperti Andromeda, yang bisa Anda amati dengan mudah lewat teleskop," jelas Richard de Grijs, astronom dari Unversitas Macquaire, Sydney, Australia anggota tim penelitian dalam pernyataan resmi yang dikutip NBC News.


Selama ini kita telah melihat foto galaksi-galaksi yang jauh dari Bumi. Namun, kesulitan untuk memotret galaksi Bima Sakti yang menjadi rumah bagi Bumi. Sebab, semua pesawat ruang angkasa yang diluncurkan untuk mengamati angkasa luar berkeliaran di galaksi ini yang ada di salah satu jari-jari bintang Galaksi Bima Sakti yang dinamakan Orion Spur.

Sangat sulit untuk menentukan jarak dari matahari ke bagian cakram gas luar Bima Sakti tanpa memiliki gambaran yang jelas soal bentuk cakram itu sendiri," jelas Xiaodian Chen, peneliti di Akademi Ilmu Pengetahuan China di Beijing dan menjadi penulis utama jurnal tersebut, seperti dikutip Science Daily

Jari-jari Bima Sakti lainnya adalah Perseus, Scutum-Centaurus, Norma, Sagitarius, Outer (jari terluar), Galactic Bar di pusat, 3kpc Jauh, dan 3kpc Dekat.

Peta tiga dimensi ini didapat dari data dari tipe bintang Cepheids klasik yang baru dipublikasi. Ini adalah bintang yang sangat besar dan cerah, 20 kali lebih besar dan 100 ribu kali lebih terang dari matahari. Bintang ini menghasilkan cahaya yang berdenyut dengan waktu yang terjadwal.

Dengan mengamati kecerahan dan momen detak bintang ini, astronom bisa menggunakannya sebagai tolak u kur komsik untuk menentikan lokasi bintang-bintang dan akhirnya menentukan bentuk keseluruhan dari galaksi ini.

"Apa yang dilaporkan dalam penelitian ini adalah untuk melacak bentuk lekukan bintang di cakram (galaksi) lebih baik dari yang sudah dilakukan di masa lalu," jelas Heidi Jo Newberg, astrofisika dari Institut Politeknik Rensellaer di Troy, New York.

Para peneliti menyimpulkan bahwa lengkungan itu kemungkinan disebabkan oleh torsi yang akibat rotasi cakram di bagian dalam Bimasakti yang berisi sekitar 100 miliar bintang.

Namun, penjelasan ini masih belum pasti. Newberg masih mencari penjelasan lain. (eks)