Penelitian yang dilakukan dari Universitas Macquarie dan Akademi Sains China ini dipublikasikan pada 5 Februari di jurnal Nature Astronomy.
"Kita biasanya berpikir galaksi berbentuk spiral dan cukup pipih seperti Andromeda, yang bisa Anda amati dengan mudah lewat teleskop," jelas Richard de Grijs, astronom dari Unversitas Macquaire, Sydney, Australia anggota tim penelitian dalam pernyataan resmi yang dikutip NBC News.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sangat sulit untuk menentukan jarak dari matahari ke bagian cakram gas luar Bima Sakti tanpa memiliki gambaran yang jelas soal bentuk cakram itu sendiri," jelas Xiaodian Chen, peneliti di Akademi Ilmu Pengetahuan China di Beijing dan menjadi penulis utama jurnal tersebut, seperti dikutip Science Daily.
Lihat juga:Medan Magnet Bumi Bergerak Lebih Cepat |
Dengan mengamati kecerahan dan momen detak bintang ini, astronom bisa menggunakannya sebagai tolak u kur komsik untuk menentikan lokasi bintang-bintang dan akhirnya menentukan bentuk keseluruhan dari galaksi ini.
"Apa yang dilaporkan dalam penelitian ini adalah untuk melacak bentuk lekukan bintang di cakram (galaksi) lebih baik dari yang sudah dilakukan di masa lalu," jelas Heidi Jo Newberg, astrofisika dari Institut Politeknik Rensellaer di Troy, New York.
Namun, penjelasan ini masih belum pasti. Newberg masih mencari penjelasan lain. (eks)