Inalum Pasok Bahan Baku Pelek Mobil Toyota

ray, CNN Indonesia | Jumat, 15/02/2019 10:53 WIB
Inalum Pasok Bahan Baku Pelek Mobil Toyota Dengan pasokan aluminium dari Inalum, impor aluminium di sektor industri otomotif dapat dikurangi secara bertahap sehingga memberi dampak positif. (Foto: INALUM)
Jakarta, CNN Indonesia -- Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menandatangani nota kesepahaman dengan Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum terkait penggunaan alumunium sebagai bahan baku produksi pelek untuk mobil-mobil Toyota.

Perjanjian telah ditandatangani antara kedua perusahaan pada Kamis (14/2), yang diwakili Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin dan Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono.

Budi menyampaikan bahwa kesepakatan ini menjadi bagian dari rencana pemerintah untuk menekan impor dari sektor otomotif.


"Langkah ini salah satu wujud Inalum sebagai induk holding industri pertambangan dalam melaksanakan mandat dari pemerintah untuk hilirisasi produk aluminium, salah satunya dengan mendorong peningkatan industri otomotif nasional melalui pemakaian produk aluminium yang kami produksi," kata Budi melalui keterangan resmi, Jumat (15/2).

Budi menjelaskan bahwa Inalum memiliki prospek memasok hingga 150 MT per bulan Aluminium Foundry Alloy (aluminium paduan A365) ke Pakoakunia (PAKO) yang merupakan perusahaan pemasok pelek untuk pabrikan otomotif Indonesia. Angka ini ditargetkan terus meningkat.

Sementara itu Warih mengatakan bahwa kerja sama ini memberi dampak besar bagi sektor otomotif nasional, terutama meningkatkan persentase tingkat kandungan dalam negeri bagi produk otomotif, hingga 'tahan banting' terhadap nilai tukar rupiah.

"Pada gilirannya dapat meningkatkan competitiveness (daya saing) industri nasional," kata Warih.

Warih melanjutkan pada tahap awal, Inalum bakal memasok kebutuhan aluminium yang kemudian akan digunakan bagi produksi pelek Toyota Kijang Innova, Fortuner dan Sienta.

Warih menambahkan pasokan Aluminium Foundry Alloy akan terus ditambah secara bertahap seiring dengan kemampuan Inalum dalam memasok aluminium. Sedangkan kemampuan Inalum dalam memproduksi Aluminium Foundry Alloy untuk pelek didukung dengan kapasitas produksi sebesar 90 ribu ton per tahun.

Dengan pasokan aluminium dari Inalum, impor Aluminium Foundry Alloy di sektor industri otomotif dapat dikurangi secara bertahap sehingga memberi dampak positif berupa potensi penghematan devisa sebesar US$1,3 juta per tahun di tahap awal karena pasokan aluminium hanya terserap oleh kendaraan bermerek Toyota produksi TMMIN.

Ke depannya, angka ini diharapkan akan meningkat dalam jumlah signifikan. (ryh/mik)