Gim Jadi Strategi Promosi E-Commerce Tarik Pelanggan Baru

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 23:32 WIB
Gim Jadi Strategi Promosi E-Commerce Tarik Pelanggan Baru Ilustrasi, (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO Blibli Kusumo Martanto mengatakan pihaknya menggunakan game berbasis Virtual Reality (VR) untuk menjaring pengguna baru.

"Kami coba gunakan game based kerja sama dengan partner online-offline. Di mana orang bisa temukan tenda shopping Blibli kami di restoran atau toko dan dia bisa dapatkan promo," kata Kusumo, Selasa (19/2).

Kusumo mengatakan strategi game sebagai sosialisasi promo terbukti efektif karena banyak pengguna lama maupun pengguna baru yang ikut bermain.


"Gamingfication itu salah satu hal yang kami percaya bagus tingkatkan pengguna baru. Kita lihat itu (game) tidak hanya drove sales growth, tapi juga consument enggagement," ujar Kusumo.
Game yang dinamakan "Jerat Jerit Histeria" ini berlangsung pada 1 sampai 25 November 2018. Konsumen harus mengunjungi merchant Blibli terdekat lalu memindai QR Code.

Selayaknya game Pokemon GO yang berbasis VR, Anda harus menangkap ikon Blibli dengan menggunakan kamera Anda. Setelah tertangkap, Anda akan mendapatkan voucher berupa potongan harga.

Menurut Kusumo promosi non-konvensional ini terbukti lebih efektif daripada promosi konvensional yang sekedar mengajak konsumen untuk menggunakan aplikasi.

"Kalo dibilang misalkan 'belanja di kita dong', ya susah dong. Kalau main game itu fun terus bisa dapatkan mungkin free diskon itu lebih mudah dan itu terbukti, " tutur Kusumo.
Berdasarkan survei lembaga riset Ipson, Blibli berada pada peringkat keenam dalam platform yang paling sering dikunjungi pada 2018. Sebanyak 24 persen responden mengakui mengunjungi Blibli secara berkala pada 2018.
ecomme
Shopee berada pada nomor 1 dengan angka 69 persen. Tokopedia berada pada peringkat dua dengan angka 61 persen, Lazada pada peringkat tiga dengan angka 52 persen, diikuti oleh Bukalapak dengan angka 51 persen dan JD.ID dengan angka 25 persen.

Hasil survei ini melibatkan 1000 responden Indonesia yang aktif berbelanja online. Survei dilaksanakan pada 27 Desember 2018 hingga 11 Januari.
[Gambas:Video CNN] (jnp/age)