Transaksi Keuangan Jadi Target Peretas Sepanjang 2019

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 09:39 WIB
Transaksi Keuangan Jadi Target Peretas Sepanjang 2019 Ilustrasi. (Istockphoto/gorodenkoff)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kaspersky Lab mengatakan transaksi keuangan melalui ponsel merupakan salah satu target yang paling diincar oleh peretas pada 2019. Menurutnya transaksi finansial lewat ponsel merupakan tren yang bisa dimanfaatkan celah keamanannya.

Territory Channel Manager SEA Kaspersky Lab Indonesia Dony Koesmandarin mengatakan saat ini transaksi digital sudah menjadi sebuah budaya terbaru di era digital. Segala bentuk pembayaran mulai dari pembayaran transportasi, hingga membeli barang di eCommerce bisa dilakukan melalui ponsel.

"Kalau mobile umumnya karena kita lihat tren masyarakat selalu melakukan transaksi keuangan finansial melalui ponsel. Hal itu yang menjadi target cukup besar. Transaksi keuangan sekecil apa pun. Jadi serangan di mobile akan ke arah transaksi finansial," ujar Dony saat acara Media Meeting Kaspersky Lab di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (7/2).
Dony menjelaskan tren selanjutnya adalah serangan malware melalui aplikasi yang bisa mengakses data seperti daftar kontak. Seseorang ketika hendak menggunakan suatu aplikasi sering kali harus mengizinkan aplikasi tersebut untuk akses ke daftar kontak maupun galeri ponsel. Hal ini sering dimanfaatkan peretas untuk mengakses data pribadi pengguna ponsel.


"Tren berikutnya adalah data yang ada dari daftar kontak bisa rentan diakses peretas dengan permintaan izin yang biasa diminta ketika hendak menggunakan suatu aplikasi," ujar Dony.

Dony menjelaskan mayoritas masyarakat kebanyakan mengizinkan aplikasi untuk mengakses daftar kontak atau galeri tanpa memerhatikan review di toko aplikasi. Menurutnya, masyarakat pertama-tama harus melihat review aplikasi di toko aplikasi dan melihat siapa yang membuat aplikasi tersebut.
Dony juga mengingatkan aplikasi di toko aplikasi banyak juga yang ditujukan untuk meretas. Aplikasi tersebut sudah disisipkan malware yang berfungsi untuk membobol data ponsel.

"Ya selama Anda tahu aplikasi betul-betul diperlukan. Kita kan tidak, teman bilang ada aplikasi menarik langsung install. Harusnya dicek dulu review, itu cara termudah," tutur Dony.

Dony mengatakan hingga kuartal ketiga 2018, Kaspersky mencatat sekitar 4,5 juta malicious package di-install oleh pengguna ponsel yang memasang Kaspersky di seluruh dunia.

Oleh karena itu Dony mengatakan perusahaan yang memiliki aplikasi finansial teknologi (fintech) harus memprioritaskan keamanan data dari segala bentuk serangan peretas pada 2019.

"Ada trending dan dilihat oleh para cybercrime sebagai sebuah peluang. Pertama para perusahaan ini juga tidak mementingkan aspek pengamanan. Perusahaan tidak berusaha menjadi yang terdepan dalam pengamanan," kata Dony. (jnp/age)