Survei yang dilakukan Ipsos mencatat 92 persen responden menganggap Harbolnas menarik untuk diikuti. Managing director Ipsos Soeprapto Tan mengatakan 94 persen responden bersedia mengikuti acara yang mirip dengan Harbolnas.
"Kami melihat dua tahun terakhir Harbolnas itu senjata e-commerce untuk menghasilkan pendapatan yang lebih. Apakah mereka akan hit the ceiling. Dan apakah ini masih efektif. Hasilnya orang berbelanja di Harbolnas masih tinggi," Soeprapto dalam acara bertajuk "E-Commerce 4.0 - What's Next", di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (19/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Survei yang dilakukan Ipsos melibatkan seribu responden melalui online panel Ipsos. Para responden merupakan orang-orang yang sering melakukan belanja online. Survei dilaksanakan pada 27 Desember 2018 hingga 11 Januari 2019. Soeprapto kemudian mengingatkan transaksi pada Harbolnas 2018 yang berlangsung selama satu hari tembus Rp6,8 triliun.
"Kemarin Harbolnas itu yang paling ditunggu konsumen. Sekarang bukan hanya 12.12, Harbolans itu mulai 10 10. Nanti 9,9 nanti 8.8 sampai tidak menarik lagi bagi konsumen," kata Soeprapto. (jnp/evn)