Induk Mercy dan BMW 'Jabat Tangan' Lawan Uber

Reuters, CNN Indonesia | Minggu, 24/02/2019 12:18 WIB
Induk Mercy dan BMW 'Jabat Tangan' Lawan Uber Harald Kruger (kiri), CEO dan Chairman of the Board of Management BMW AG, dan Dieter Zetsche, CEO of Daimler AG, berjabat tangan saat konferensi pers rencana kerja sama kedua perusahaan di bisnis berbagi kendaraan, di Berlin, Jerman, 22 Februari 2019. (Foto: REUTERS/Axel Schmidt)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produsen raksasa otomotif asal Jerman, Daimler dan BMW, yang dianggap musuh bebuyutan, ternyata berjabat tangan demi menghadapi tantangan masa depan. Reuters memberitakan keduanya mengumumkan bekerja sama soal konsep taksi online (ride-hailing), parkir, dan bisnis pengecasan mobil listrik.

Daimler, induk merek mobil premium Mercedes-Benz, dan BMW bakal berinvestasi senilai lebih dari 1 miliar euro atau setara US$1,13 miliar (Rp15,8 triliun) untuk pengembangan kolaborasi di bisnis yang sudah dikuasai Uber dan perusahaan teknologi lain.

"Kerja sama lebih lanjut dengan penyedia lain, termasuk investasi di startup dan pemain mapan, juga merupakan opsi yang memungkinkan," kata CEO Daimler Dieter Zetsche Minggu (24/2).


Bisnis berbagi kendaraan yang sudah dirancang Daimler, yaitu Car2Go, disebutkan akan dikombinasikan dengan bisnis BMW, yakni DriveNow, ParkNow, dan ChargeNow. Masing-masing produsen bakal memegang 50 persen saham kolaborasi itu.

Ada lima kategori layanan yang akan dikembangkan, dua di antaranya adalah REACH NOW layanan pesanan kendaraan berdasarkan rute berbasis telepon genggam, lalu CHARGE NOW untuk pengisian mobil listrik.

Kemudian tiga layanan lain, yaitu FREE NOW untuk panggil taksi, PARK NOW guna layanan parkir, serta SHARE NOW untuk berbagi mobil.

"Lima layanan ini akan melebur lebih dekat untuk membentuk portofolio layanan mobilitas tunggal dengan armada kendaraan listrik, kendaraan otonom yang dapat dicas dan parkir otomatis," kata Kepala Eksekutif BMW Harald Krueger.

BMW dan Daimler yang bersaing pada pasar kendaraan konvensional juga diketahui bekerja sama mengembangkan teknologi mobil otonom.

Rencana lain Mercedes-Benz sebelumnya telah mencuat pada akhir 2018 setelah seorang sumber menjelaskan kepada Bloomberg bahwa mereka bakal bekerjasama dalam bidang pengembangan baterai mobil listrik, mobil berteknologi otonom atau kendaraan bergerak otomatis tanpa pengemudi.

Selain itu disebut juga keduanya akan mengembangkan kendaraan dengan platform yang sama. Dipercaya keduanya bakal membuat mobil baru penerus BMW Seri 1 dan Mercedez-Benz A-Class. (ryh/fea)