TDA sudah beroperasi sejak 2009 dan memiliki satu dealer di Jakarta yang menjual merek-merek mobil eksotis seperti Ferrari, Lamborghini, McLaren, Rolls-Royce, dan Porsche.
Pada tahun lalu, Presiden Direktur TDA William Tjandra mengaku pada 'hari yang bagus' penjualan bisa mencapai 20 unit per bulan. Sepanjang 2018, William mengungkap penjualan mencapai sekitar 'seratus unit'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu enggak ngaruh, mungkin berpengaruh ke mobil baru. Kalau mobil bekas, biasa saja, buat kami sama saja," kata William saat dijumpai di lokasi dealer TDA yang baru, di kawasan Kebayoran Baru di Jakarta Selatan, Selasa (26/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Supercar bekas dikatakan punya pasar sendiri, sebab penggemarnya kebanyakan dari kalangan kolektor dengan latar belakang sebagian besar pengusaha. Untung bisa didapat sebab banderol supercar bekas pada kondisi tertentu justru makin mahal bila semakin tua, harganya bisa naik tiap tahun.
Kondisi tertentu supercar itu bisa termasuk beberapa hal, misalnya model tertentu sangat dicari, produksi unitnya sangat terbatas, unik, dan kondisinya sangat terawat.
Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani |
Contoh lainnya yang disebut yakni Ferrari 458 Speciale yang dijual Rp8 miliar pada 2014, sekarang dilego Rp12 miliar.
"Selain Ferrari, misalnya Porsche 997 tahun 2011 itu harganya bekas Rp2,1 miliar - Rp2,2 miliar, sekarang Rp5 miliar cepat sekali jualnya," kata William.
William menyebut membeli supercar bisa jadi investasi buat kolektor. Statusnya dikatakan bisa serupa karya seni seperti lukisan.
"Biasanya permintaan banyak tetapi tidak ada barang. Barang tidak ada karena terbatas, produksi khusus. Cuma kalau yang produksinya sebetulnya bukan limited terus tapi masuk Indonesia sedikit, harganya mungkin juga naik," jelas William. (fea)
Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani