Cryptocurrency yang digunakan di WhatsApp ini nantinya akan digunakan untuk melakukan pembayaran dan mengirim uang elektronik bagi mereka yang ada didaftar kontak WhatsApp. Menariknya, pengiriman WhatsApp Coin ini bisa dilakukan lintas negara, seperti halnya PayPal.
Berbeda dengan cryptocurrency lain yang tidak terkait dengan mata uang konvensional, Facebook berencana untuk mengaitkan WhatsApp coin ini dengan beberapa mata uang negara tertentu. Dengan demikian membuat mata uang ini stabil tanpa terlalu terikat dengan sistem keuangan negara tertentu. Sementara mata uang kripto lain memiliki resiko tinggi karena sifat tidak terikatnya itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan cuma Facebook yang tertarik untuk "nyemplung" ke layanan cryptocurrency. Telegram pun sebelumnya telah mengumumkan untuk menjajakan uang kripto mereka. Sementara Line dan Kakao juga tengah menjajaki penjualan cryptocurrency mereka sendiri.
Jika seluruh ekosistem Facebook digabungkan, maka total pengguna WhatsApp, Instagram dan Facebook, bisa mencari 2,7 miliar pengguna. Ini berarti sekitar 35 persen dari jumlah penduduk dunia.
Namun ada beberapa kekhawatiran terkait mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum. Mata uang ini tidak memiliki otoritas pusat sehingga pengguna masih rentan atas ancaman pencurian dan kehilangan.
Selain itu, jika peretas memiliki kunci rahasia pengguna, maka mereka bisa mencuri semua koin pengguna. Parahnya, pengguna tidak bisa mengadu atas pencurian ini karena tidak ada otoritas yang mengatur peredaran uang kripto ini.
Selain itu, hingga saat ini tidak ada perusahaan bitcoin yang memiliki kapasitas untuk mengembalikan uang kripto yang dicuri atau jika terjadi penipuan, seperti duilaporkan ArsTechnica. Sehingga, Facebook perlu membuat tingkat kecanggihan yang lebih tinggi jika ingin mempopulerkan cryptocurrency ini bagi pengguna mereka. (eks/eks)