Facebook Diskusi Soal Bikin 'Bitcoin' Buat WhatsApp

CNN Indonesia | Jumat, 01/03/2019 11:00 WIB
Facebook Diskusi Soal Bikin 'Bitcoin' Buat WhatsApp Ilustrasi (antonbe/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Facebook dikabarkan telah melakukan diskusi dengan beberapa bursa cryptocurrency mengenai prospek penjualan koin serupa bitcoin yang akan mereka sediakan untuk pengguna WhatsApp. Hal ini diungkap oleh empat orang yang melakukan negosiasi tersebut. 

Cryptocurrency yang digunakan di WhatsApp ini nantinya akan digunakan untuk melakukan pembayaran dan mengirim uang elektronik bagi mereka yang ada didaftar kontak WhatsApp. Menariknya, pengiriman WhatsApp Coin ini bisa dilakukan lintas negara, seperti halnya PayPal. 

Berbeda dengan cryptocurrency lain yang tidak terkait dengan mata uang konvensional, Facebook berencana untuk mengaitkan WhatsApp coin ini dengan beberapa mata uang negara tertentu. Dengan demikian membuat mata uang ini stabil tanpa terlalu terikat dengan sistem keuangan negara tertentu. Sementara mata uang kripto lain memiliki resiko tinggi karena sifat tidak terikatnya itu.


Cryptocurrency ini rencananya akan meluncur dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini, proyek tersebut masih dirahasiakan. Tapi, The New York Times telah mengonfirmasi hal ini setelah berbicara dengan lima sumber anonim di Facebook yang mengetahui rencana tersebut.

Bukan cuma Facebook yang tertarik untuk "nyemplung" ke layanan cryptocurrency. Telegram pun sebelumnya telah mengumumkan untuk menjajakan uang kripto mereka. Sementara Line dan Kakao juga tengah menjajaki penjualan cryptocurrency mereka sendiri.

Basis pengguna yang besar dari berbagai layanan perpesanan ini menjadi dasar mereka untuk optimis dengan penggunaan cryptocurrency. Pengguna aktif bulanan WhatsApp sendiri per Desember 2017 sudah di angka 1,5 miliar.

Jika seluruh ekosistem Facebook digabungkan, maka total pengguna WhatsApp, Instagram dan Facebook, bisa mencari 2,7 miliar pengguna. Ini berarti sekitar 35 persen dari jumlah penduduk dunia.

Namun ada beberapa kekhawatiran terkait mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum. Mata uang ini tidak memiliki otoritas pusat sehingga pengguna masih rentan atas ancaman pencurian dan kehilangan.

Lantaran mata uang ini sangat tergantung pada internet dan komputer, maka jika driver penyimpan koin rusak maka uang virtual ini akan menghilang selamanya. Kecuali pengguna memiliki data cadangan (backup) dari uang kripto mereka.

Selain itu, jika peretas memiliki kunci rahasia pengguna, maka mereka bisa mencuri semua koin pengguna. Parahnya, pengguna tidak bisa mengadu atas pencurian ini karena tidak ada otoritas yang mengatur peredaran uang kripto ini.

Selain itu, hingga saat ini tidak ada perusahaan bitcoin yang memiliki kapasitas untuk mengembalikan uang kripto yang dicuri atau jika terjadi penipuan, seperti duilaporkan ArsTechnica. Sehingga, Facebook perlu membuat tingkat kecanggihan yang lebih tinggi jika ingin mempopulerkan cryptocurrency ini bagi pengguna mereka. (eks/eks)