"Secara keseluruhan itu mungkin disebutnya tol langit biar gampang. Karena kan tidak ada fisiknya. Kalau tol darat, tol laut ada fisiknya, Itulah kepandaian beliau (Ma'ruf) mengaksentuasi kondisi lebih mudah. Kalau tol orang pikir wah ada tol di langit. Itu sebetulnya internet," ujar Rudiantara kepada CNNIndonesia.com saat ditemui usai acara talkshow #Kopitalkindonesia, di Hotel All Season, Jakarta Pusat, Jumat (1/3).
Rudi juga menjelaskan berbagai infrastruktur internet yang dilakukan oleh pemerintah. Yang pertama adalah pembangunan tulang punggung infrastruktur kabel optik jaringan telekomunikasi dan internet Palapa Ring. Proyek ini dibagi menjadi tiga paket yakni Barat, Tengah, dan Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian yang sudah dua tahun kita siapkan itu satelit. Satelit ini akhir kuartal pertama akan ditetapkan siapa pemenangnya (tender) dan ini suatu satelit teknologi yang baru , HTS dan kapasitasnya juga 150 Gbps, besar sekali," ujarnya.
Saat ini Kominfo telah menguasai 60 persen kapasitas satelit Nusantara 1 milik Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Nusantara 1 sendiri memiliki kapasitas 26 transponder C-band dan 12 transponder Extended C-band serta 8 spot beam Ku-band dengan total kapasitas bandwidth mencapai 15 Gbps. (jnp/evn)