Rudiantara Puji Ma'ruf Soal 'Tol Langit' Bantu Unicorn Baru

CNN Indonesia | Jumat, 01/03/2019 20:10 WIB
Rudiantara Puji Ma'ruf Soal 'Tol Langit' Bantu Unicorn Baru Menkominfo Rudiantara. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memuji penggunaan diksi 'Tol Langit' oleh Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin. Rudiantara mengatakan 'Tol Langit' merepresentasikan seluruh infrastruktur pemerintah yang berkaitan dengan jaringan internet.

"Secara keseluruhan itu mungkin disebutnya tol langit biar gampang. Karena kan tidak ada fisiknya. Kalau tol darat, tol laut ada fisiknya, Itulah kepandaian beliau (Ma'ruf) mengaksentuasi kondisi lebih mudah. Kalau tol orang pikir wah ada tol di langit. Itu sebetulnya internet," ujar Rudiantara kepada CNNIndonesia.com saat ditemui usai acara talkshow #Kopitalkindonesia, di Hotel All Season, Jakarta Pusat, Jumat (1/3).

Rudi juga menjelaskan berbagai infrastruktur internet yang dilakukan oleh pemerintah. Yang pertama adalah pembangunan tulang punggung infrastruktur kabel optik jaringan telekomunikasi dan internet Palapa Ring. Proyek ini dibagi menjadi tiga paket yakni Barat, Tengah, dan Timur.


"Jaringan itu ada tulang punggung untuk internet kecepatan tinggi itu Palapa Ring. Kemudian juga  ada beberapa yang akses langsung ke 122 kabupaten yang Kemkominfo memang diperbolehkan untuk mengambil keberpihakan apakah bangun internet atau BTS," imbuhnya.

Rudiantara juga mengatakan pihaknya sudah dua tahun mempersiapkan High Throughput Satellite berkapasitas 150Gbps. Satelit ini  digunakan untuk menyediakan jaringan internet ke seluruh pelosok Indonesia.

Alasannya, Palapa Ring tidak menjangkau seluruh daerah terdalam khususnya kawasan 3T (Terluar, Tertinggal, dan Terdepan). Rudiantara mengatakan satelit ini setidaknya akan menyediakan jaringan internet ke 150 ribu titik di Indonesia. Satelit ini akan memberikan akses internet ke sekolah, puskesmas, kantor polisi, hingga kantor pemerintah.

"Kemudian yang sudah dua  tahun kita siapkan itu satelit. Satelit ini akhir kuartal pertama akan ditetapkan siapa pemenangnya (tender) dan ini suatu  satelit teknologi yang baru , HTS dan kapasitasnya juga 150 Gbps, besar sekali," ujarnya.

Sembari menunggu satelit yang kemungkinan dinamakan Satria ini, Rudiantara mengatakan pemerintah secara pro aktif menyewa kapasitas internet pita lebar dari satelit milik swasta.

Saat ini Kominfo telah menguasai 60 persen kapasitas satelit Nusantara 1 milik Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Nusantara 1 sendiri memiliki kapasitas 26 transponder C-band dan 12 transponder Extended C-band serta 8 spot beam Ku-band dengan total kapasitas bandwidth mencapai 15 Gbps. (jnp/evn)