Hal itu disampaikan Twitter melalui akun @TwitterSafety yang diunggah pada Jumat (8/3). Dalam cuitannya itu, Twitter Safety menyuguhkan langkah-langkah yang memungkinkan pengguna untuk menentukan masalah terkait informasi pribadi.
[Gambas:Twitter]
Dilansir Bloomberg, langkah Twitter tersebut dilakukan setelah CEO Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan rencana untuk membangun kembali beberapa fitur perusahaan dengan berfokus pada komunikasi pribadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah skandal yang menimpa Facebook pun memengaruhi kekayaan Zuckerberg. Kekayaan bos Facebook itu dilaporkan merosot hingga US$900 miliar atau sekitar Rp126 triliun dibandingkan tahun lalu.
Dimulai dari skandal Cambridge Analytica, Facebook juga harus tersandung masalah setelah Jaksa Agung Washington DC Karl Racine menggugat perusahaan karena dianggap melanggar privasi.
Masalah lainnya ialah Facebook diketahui mengumpulkan data pengguna yang kemudian dbagikan kepada pihak ketiga. Selama bertahun-tahun, Facebook dilaporkan membiarkan data penggunanya diakses secara bebas oleh pihak ketiga.
Akibat dari kegagalan memproteksi data pengguna, kepercayaan sejumlah investor menurun. Investor khawatir harus merogoh kocek lebih dalam untuk memperbaiki citra perusahaan yang didera serangkaian kasus.