Toyota Respons Ide Mitsubishi Soal Xpander 1.300 Cc

Febri Ardani, CNN Indonesia | Jumat, 08/03/2019 20:46 WIB
Toyota Respons Ide Mitsubishi Soal Xpander 1.300 Cc Toyota Avanza. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Toyota Astra Motor (TAM) menganggap 'tidak ada masalah' bila Mitsubishi mau menambah opsi mesin 1.300 cc pada Xpander. Respons TAM seolah santai, namun seharusnya tidak seperti itu sebab mesin 1.300 cc pada Avanza merupakan varian terlaris selama ini dan bukan tidak mungkin terancam bila diusik Xpander.

Pada tahun lalu, Avanza berhasil mempertahankan status Low MPV terlaris sekaligus mobil paling laku di Indonesia dengan angka penjualan 82.167 unit. Direktur Pemasaran TAM Anton Jimmy menjelaskan sekitar 75 - 80 persen penjualan Avanza merupakan mesin 1.300 cc atau berarti itu berkisar 16.000-an unit.

Xpander merupakan mobil terlaris kedua di Indonesia dengan 75.075 unit yang bisa sampai di posisi itu hanya mengandalkan mesin 1.500 cc. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) pernah mengklaim Xpander adalah mobil 1.500 cc terlaris di Indonesia selama 2018.


Pada Januari lalu MMKSI pernah mengungkap sudah mengajukan usul ke prinsipal buat merancang Xpander dengan mesin 1.300 cc. Model itu bakal digunakan masuk ke pasar fleet yang diketahui menjadi salah satu kekuatan besar Avanza.

Menimang peluang pasar yang besar, bukan tidak mungkin ide tersebut bakal disetujui prinsipal. Namun kemungkinan Xpander 1.300 cc tidak akan datang dalam jangka waktu dekat sebab Mitsubishi saat ini masih berkutat memenuhi permintaan inden domestik dan ekspor Xpander, memproduksi Nissan Livina, serta rencana memproduksi lokal mesin 1.500 cc.

"Yang pasti kami tidak bisa mengomentari strategi perusahaan lain. Tapi bagi kami sebetulnya enggak ada masalah kalau masyarakat diberikan pilihan yang banyak. Kami tidak ada masalah," kata Anton Jimmy, pada akhir Februari lalu.


Mitsubishi Xpander. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Menurut Anton, segmen fleet yang diraup Avanza terbesar berasal dari dari permintaan armada operasional perusahaan dan rental. Selain itu, TAM juga punya Avanza Transmover yang ditujukan khusus buat taksi.

"Kita tidak bisa melarang kompetitor memperkenalkan produk apapun. Kita tinggal hanya menyikapi bagaimana strategi untuk menghadapi kompetisi ini atau melayani konsumen dengan lebih baik," ujar Anton.

Ditanya soal strategi menghadapi persaingan, Anton menjelaskan perlawanan bukan hanya datang dari produk yang lebih kompetitif, melainkan juga dari penyempurnaan layanan Toyota. Pihaknya dikatakan juga sudah menginvestasikan dana buat pengembangan jaringan dealer dan juga layanan relasi dengan konsumen.


"Jadi saat bagaimana pasar tumbuh berkembang besar kita sudah siap, kita punya dealer, kita punya produk line up, image punya, kita tidak masalah. Tidak apa Indonesia berada di market 1 juta unit, it's okay.  Kita bicara lima sampai 10 tahun potensinya akan semakin naik, kita punya market share 30 persen, kita nomor satu dan kita terus improve produk dan ready saat itu. Jadi kita sambil jualan sambil investasi untuk masa depan, Indonesia itu pasarnya sangat besar," kata Anton. (fea)