China Dukung Huawei Gugat AS

CNN Indonesia | Senin, 11/03/2019 08:47 WIB
China Dukung Huawei Gugat AS Ilustrasi (REUTERS/Yuyang Wang)
Jakarta, CNN Indonesia -- China menyatakan bahwa pemerintahannya mendukung keputusan Huawei untuk menuntut pemerintah Amerika Serikat. Pemerintah China menyebut perusahaan teknologi itu memiliki hak untuk melawan, daripada dikriminalisasi.

Tuntutan kepada pemerintahan Amerika Serikat ini diluncurkan pada Kamis lalu, menuduh pemerintah Amerika Serikat membatasi aktivitas bisnis Huawei secara tidak konstitusional. Amerika sendiri selama ini melihat China sebagai ancaman kompetisi ekonomi, serta keamanan bagi negara tersebut.

"China akan dan harus mengambil langkah untuk melindungi keberlangsungan legal bisnis warga negara China," kata Wang Yi, diplomat terbaik di China, Jumat (8/3).


"Pada waktu yang sama, kami mendukung perusahaan, maupun perseorangan yang mencari perbaikan nama baik secara legal, untuk melindungi kebutuhan, dan menolak dikriminalisasi seperti domba," tambahnya. Perseorangan yang dimaksud mengarah pada baik Huawei, maupun CFO Meng Wanzhou yang mengalami penangkapan akhir tahun lalu.

Tuntutan ini semakin menciptakan jarak antara hubungan Amerika dengan China, dimana sejak 2018 lalu, kedua negara ini saling melempar ongkos impor sebanyak miliaran dollar kepada masing-masing barang. Selain itu, ada juga kasus pengkapaan CFO Huawei, Meng Wanzhou di Kanada.

Penangkapan Meng membuatnya menjadi tokoh sentral pada Perang Dagang antar kedua negara. Untuk menyelesaikan perang dagang ini, Amerika menuntut China untuk melakukan perubahan terhadap hukum praktiknya, untuk melindungi properti intelektual Amerika Serikat, mengakhiri transfer paksa teknologi Amerika Serikat ke China, memangkas subsidi industri, dan membuka pasar untuk perusahaan Amerika Serikat.

Aktivitas Huawei telah dipersulit oleh Amerika Serikat, jauh sebelum Trump mengumumkan Perang Dagang. Alasannya, perangkat telekomunikasi Huawei dianggap menjadi alat yang digunakan pemerintah China untuk memata-matai negara lain.

Sumber Reuters menyebut kalau kedua pihak memiliki pekerjaan mendasar sebelum mencapai kesepakatan bahwa China akan mengikuti aturan yang ditandatangani. Jika isu 'struktural' ini belum rampung, negosiasi dan kesepakatan bisa hancur.

Aturan industri pemerintah China Made in China 2025, termasuk rencana yang didanai pemerintah mengundang protes dari Washington. Lewat rencanan ini pemerintah China menyiapkan pendanaan untuk sektor robotik, udara, serta kendaraan ramah lingkungan.

Tapi kemudian China membatalkan program itu dan menurut Menteri Finansial, Lou Jiwei, mengutarakan strategi tersebut hanya menghabiskan uang pajak.

Menjawab pertanyaan atas tensi yang terus tumbuh antar kedua negara, Wang berkata kedua negara bisa menyelesaikan masalah ini.

"Kami percaya China dan Amerika tidak harus melakukan konfrontasi," kata Wang, menambahkan bahwa isu sesulit apapun dapat diselesaikan dengan hormat antar kedua pihak. (lea/eks)