Tuntutan kepada pemerintahan Amerika Serikat ini diluncurkan pada Kamis lalu, menuduh pemerintah Amerika Serikat membatasi aktivitas bisnis Huawei secara tidak konstitusional. Amerika sendiri selama ini melihat China sebagai ancaman kompetisi ekonomi, serta keamanan bagi negara tersebut.
"China akan dan harus mengambil langkah untuk melindungi keberlangsungan legal bisnis warga negara China," kata Wang Yi, diplomat terbaik di China, Jumat (8/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tuntutan ini semakin menciptakan jarak antara hubungan Amerika dengan China, dimana sejak 2018 lalu, kedua negara ini saling melempar ongkos impor sebanyak miliaran dollar kepada masing-masing barang. Selain itu, ada juga kasus pengkapaan CFO Huawei, Meng Wanzhou di Kanada.
Aktivitas Huawei telah dipersulit oleh Amerika Serikat, jauh sebelum Trump mengumumkan Perang Dagang. Alasannya, perangkat telekomunikasi Huawei dianggap menjadi alat yang digunakan pemerintah China untuk memata-matai negara lain.
Aturan industri pemerintah China Made in China 2025, termasuk rencana yang didanai pemerintah mengundang protes dari Washington. Lewat rencanan ini pemerintah China menyiapkan pendanaan untuk sektor robotik, udara, serta kendaraan ramah lingkungan.
Tapi kemudian China membatalkan program itu dan menurut Menteri Finansial, Lou Jiwei, mengutarakan strategi tersebut hanya menghabiskan uang pajak.
Menjawab pertanyaan atas tensi yang terus tumbuh antar kedua negara, Wang berkata kedua negara bisa menyelesaikan masalah ini.
"Kami percaya China dan Amerika tidak harus melakukan konfrontasi," kata Wang, menambahkan bahwa isu sesulit apapun dapat diselesaikan dengan hormat antar kedua pihak. (lea/eks)