Beberapa perusahaan startup negeri tirai bambu itu mencari calon karyawan yang memiliki wajah tampan dan cantik serta berusia di bawah usia 30 tahun.
Ribuan lowongan pekerjaan tersebut diiklankan di dua situs pencarian kerja terbesar China yaitu Liepin dan Zhaopin. Lowongan itu bahkan berlaku untuk pekerjaan dimana penampilan dianggap tidak terlalu relevan, seperti programmer, asisten, atau staf administrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, serang konsultan senior dari CGL Consulting yang berbasis di Beijing Lion Niu menyebut, "pada beberapa divisi yang didominasi pria, perusahaan berpikir mempekerjakan perempuan bisa meningkatkan moral programmer mereka."
Sejumlah aktivis menilai, kualifikasi yang dijabarkan beberapa perusahaan startup itu bertentangan dengan janji yang dilontarkan oleh Presiden Xi Jinping. Jinping berjanji untuk memerangi diskriminasi gender di tempat kerja dan menetapkan kesempatan yang sama. Namun, munculnya iklan-iklan seperti ini menunjukkan kurangnya penegakan hukum atas hal tersebut.
"Praktik diskriminatif isemacam ini bisa menjadi lebih buruk pada perusahaan kecil karena mereka tidak memiliki pengawasan yang cukup ketat," sambungnya.
Munculnya ribuan lowongan pekerjaan yang bernada diskriminatif tersebut muncul setelah Alibaba, Tencent dan Baidu dikritik karena mencari karyawan yang hanya diperuntukkan untuk pria seperti diberitakan The New York Times.
Pada Januari 2018, Alibaba diketahui sedang mencari Sales Manager untuk Taobao. Kandidat wanita lebih disukai, dengan rentang usia minimal 28 hingga 35 tahun serta harus 'berkepribadian menarik.'
Kedua perusahaan startup raksasa China itu buru-buru menghapus iklan lowongan pekerjaan tersebut dan meminta maaf kepada publik.
Alibaba pun mengatakan akan menyusun pedoman yang jelas dalam memberikan kesempatan yang sama tanpa memandang jenis kelamin (din/eks)