PT Proton Edar Indonesia (PEI), selaku distributor Proton di Tanah Air terakhir menggelar acara peluncuran mobil di Indonesia pada Februari 2017 lewat Iriz. Salah satu penyebab Proton tak 'menyala' diduga kalah bersaing dengan merek mobil Jepang, dan Korea.
Hasil penelusuran CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu, kantor pusat PT PEI yang berlokasi di jalan Sultan Iskandar Muda No.89, Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan terpampang papan reklame bertuliskan "Disewakan".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai pasar otomotif terbesar di kawasan ASEAN, Indonesia sangat penting bagi pertumbuhan penjualan Proton di masa depan. Perubahan bisnis kami di negara ini (Malaysia) tidak mengubah niat kami untuk mengekspor berbagai kendaraan baru kami, seperti Proton X70, dalam waktu dekat," Director of International Sales for Proton Steven Xu.
Ia menjelaskan pihaknya sedang ada pembahasan internal untuk menunjuk distributor lokal baru (di Indonesia) guna membantu memperluas jangkauan Proton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proton tidak bisa lepas dari Perdana Menteri Malaysia terpilih Mahathir Mohamad (92). Sebab, Proton pertama kali diprakarsai oleh Mahathir Mohamad pada 1979 tujuannya demi menggairahkan industri otomotif Malaysia.
Proton sendiri telah beroperasi di Indonesia sejak 2007, dan model yang telah dipasarkan di Indonesia antara lain Savvy, GEN.2 Persona, Gen 2, Wira, Neo dan lainnya.
Sekitar dua tahun silam Geely mengakuisisi 49,9 persen saham Proton. Sejak di bawah payung perusahaan otomotif asal China, Geely, operasi bisnis otomotif Proton di dunia total berubah.
Proton ingin untuk menjual 400.000 mobil per tahun pada 2027. Target tersebut hasil dari menyiapkan mobil-mobil yang 'masuk akal' untuk kebutuhan konsumen di berbagai negara, termasuk Indonesia dengan menawarkan kendaraan yang disebut bakal 'populer'. (ryh/mik)