Netizen Riuh Tanggapi Kabar Penangkapan Ketum PPP Romi

CNN Indonesia | Jumat, 15/03/2019 15:59 WIB
Netizen Riuh Tanggapi Kabar Penangkapan Ketum PPP Romi Ketum PPP Romi kena OTT KPK saat berada di Jatim. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menangkap tangan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, Jumat (15/3). Saat ini Romahurmuziy masih menjalani pemeriksaan di salah satu ruangan di Polda Jawa Timur, Surabaya.

Menanggapi berita penangkapan ini netizen bereaksi dengan membuat tagar #RommyJumatanDimana dan #MakelarDoaDitangkapKPK. Tagar ini sudah populer sejak dua jam lalu ketika kabar operasi tangkap tangan itu menyebar.

Sebagian besar cuitan ini menyindir penangkapan dari Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. Para warganet kerap mengutarakan sentimen negatif atas penangkapan ini dan menghubungkannya dengan tim kubu petahana dan TKN capres cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'aruf Amin.


Penangkapan yang dilakukan di hari Jumat ini lantas melahirkan tagar #RommyJumatanDimana, seperti dicuitkan akun @TjapNona_



Akun @sbutirdebu hanya berkomentar kalau berita ini mengejutkan sembari menyebarkan meme yang menyudutkan pria itu.



Gambar yang sama digunakan kembali untuk meramaikan tagar serupa, namun dengan tulisan berbeda.



Beberapa netizen juga menghubungkan berita penangkapan ini dengan kasus Rommy yang meralat doa dari Mbah Moen saat mendoakan Jokowi. Akun @AbuMuha57873235 mencuitkan komentar tersebut disertai gambar.



Kelompok yang tidak simpati kepada para pendukung Jokowi yang kerap disebut cebong ini juga mengistilahkan OTT sebagai operasi tangkap tjebong.



Sementara itu, sejumlah netizen lain juga menyayangkan penangkapan Romi yang mereka kenal sebagai pribadi yang baik.



KPK sendiri masih belum memberikan konfirmasi mengenai berita penangkapan ini. Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan soal adanya operasi tangkap tangan namun tak membeberkan identitas pihak yang diamankan. Dia hanya meminta semua pihak bersabar dan menunggu keterangan resmi dari KPK

Dari situs resmi KPK, Romi sendiri terakhir kali menyerahkan laporan kekayaan sembilan tahun lalu, pada 19 Maret 2010. Saat itu dia masih menjabat sebagai anggota DPR periode 2009-2014. (eks)