Kejadian Selandia Baru, Pengamat Saran Tutup Live Streaming

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 16/03/2019 16:28 WIB
Kejadian Selandia Baru, Pengamat Saran Tutup Live Streaming Penembakan Selandia Baru. (AP Photo/Mark Baker)
Jakarta, CNN Indonesia -- Insiden penembakan masjid di Selandia Baru disiarkan langsung di Facebook. Bahkan setelah siaran langsung yang menunjukkan penembakan orang-orang di masjid berakhir, konten tersebut masih beredar di Facebook dan platform media sosial lain.

Banyak orang menyayangkan Facebook tidak memiliki fitur penyaringan untuk memblokir konten kekerasan dengan cepat. Pengamat Teknologi Informatika dari ICT Institute Heru Sutadi menyarankan Facebook untuk menutup sementara fitur live streaming karena kegagalan Facebook memblokir video penembakan tersebut.

"Dengan kejadian di Selandia Baru, kita semua bersama-sama mempertanyakan atau menyerukan agar Facebook untuk sementara menutup layanan live streaming," kata Heru saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (15/3).
Heru menjelaskan penutupan fitur live ini dilakukan hingga Facebook memiliki sistem pengawasan dan penapisan yang canggih untuk mencegah penyebaran konten negatif.


Heru mengatakan seluruh platform media sosial yang memiliki fitur live streaming seharusnya memiliki sistem pengawasan konten secara real time dan bisa menghentikan segala siaran yang melanggar aturan.

"Ketika menyediakan layanan live streaming harusnya Facebook memiliki fasilitas memonitor konten apa saja yang sedang tayang dan dalam hitungan detik dapat menghentikan tayangan bilamana terjadi hal yang negatif," kata Heru.

Apabila tidak memiliki kemampuan untuk memantau dan menapis konten, maka lebih baik Facebook tidak memiliki fitur live streaming. Oleh karena itu, Heru mengatakan Facebook bertanggung jawab penuh atas peredaran konten penembakan di Selandia Baru.

"Platform apa pun, yang memiliki kemampuan untuk menyiarkan tayangan secara langsung atau live streaming berpotensi digunakan dan dapat terjadi untuk hal-hal positif dan negatif," kata Heru.

Heru menjelaskan konten negatif yang disiarkan secara langsung bukan kali pertama terjadi di jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg ini.

"Di Jakarta, waktu itu ada orang gantung diri live di Facebook. Dan hari ini ada penembakan di mesjid yang disiarkan secara langsung dari Selandia Baru. Ini sepenuhnya tanggung jawab Facebook," ujar Heru. (jnp/age)