Transjakarta dan Bus Listrik Moeldoko Tambah 'Intim'

ray, CNN Indonesia | Senin, 18/03/2019 18:54 WIB
Transjakarta dan Bus Listrik Moeldoko Tambah 'Intim' Transjakarta dan Mobil Anak Bangsa (MAB), perusahaan besutan Moeldoko sedang menguji jalan bus listrik di sejumlah daerah di Indonesia. (Foto: Dok. MAB)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko membangun industri kendaraan listrik di Indonesia sepertinya akan terwujud setelah pihaknya menjajaki kerja sama dengan Transjakarta.

Dikabarkan bahwa Transjakarta dan Mobil Anak Bangsa (MAB), perusahaan besutan Moeldoko sedang menguji jalan bus listrik di sejumlah daerah di Indonesia.

Pengujian dalam rangka pengembangan bus listrik sebagai moda transportasi masyarakat di kemudian hari ini pun dibenarkan oleh General Manager Business Development MAB Prabowo Kartoleksono.


"Jadi saat ini kami dengan Transjakarta sedang menjajaki kemungkinan kerja sama," kata Prabowo saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (18/3).

Menurut Prabowo untuk mencapai kata mufakat, bentuk kerja sama sedang dibahas oleh kedua belah pihak. Ia enggan membeberkan terkait rencana bisnis kedua perusahaan.

"Masih belum sepakat sedang dibicarakan. Kalau saya kasih komentar sekarang agak terlalu dini. Masih dibicarakan, saya belum tahu ke depannya. Ini belum selesai, tidak mungkin juga saya jelaskan sekarang. Masih proses," ucap Prabowo.

Prabowo menambahkan bahwa pihak Transjakarta sedang 'meminjam' purwarupa bus listrik MAB untuk ditampilkan dalam pameran Bus World di Kemayoran, Jakarta Pusat pada pada 20-22 Maret 2019. Hal tersebut menambah keyakinan bahwa ada rencana jangka panjang dari kedua perusahaan.

"Tapi sekarang Transjakarta lagi pinjam unit kami. Di-review sama mereka tapi untuk kerjasama lain seperti apa belum bisa diinfokan," kata Prabowo.

Dihubungi terpisah, Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono sangat mendukung kolaborasi ini, namun masih belum mau berkomentar soal kemungkinan bus listrik MAB menjadi armada baru Transjakarta.

Dikatakan Agung, pihaknya baru akan membuka tabir 'keakraban' antara Transjakarta dan MAB , atau bertepatan dengan pameran kendaraan komersial yang akan berlangsung di Kemayoran.

"Tunggu tanggal (pameran) Bus World (pengumuman resmi)," ujar Agung.

Pada Desember 2018 purwarupa kedua MAB disebut sudah lolos uji tipe Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJ-SKB) Kementerian Perhubungan.

Moeldoko sempat mengatakan bahwa bus MAB siap diproduksi massal sebagai moda transportasi baru masyarakat Jakarta.

"Sebentar lagi, sudah mulai banyak pesanan, sudah prototipe kedua ini dan ketiga nanti akan kami luncurkan kembali dan setelah itu mass production," kata Moeldoko beberapa waktu lalu. (ryh/mik)