Menkominfo Artikan Istilah 'Tol Langit' ala Ma'ruf Amin

CNN Indonesia | Senin, 18/03/2019 18:21 WIB
Menkominfo Artikan Istilah 'Tol Langit' ala Ma'ruf Amin Menkominfo Rudiantara (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengartikan istilah tol langit yang digunakan Ma'ruf Amin adalah penjelasan untuk seluruh pembangunan infrastruktur jaringan internet.

Pembangunan jaringan ini termasuk penyelesaian proyek kabel serat optik Palapa Ring yang melingkari wilayah Indonesia, base transceiver station (BTS), dan peluncuran satelit internet kecepatan tinggi (High Throughput Satellite/HTS) pada 2022.

"Saya cek juga tol langit itu semacam kombinasi antara Palapa Ring juga jaringan yang sudah dibangun oleh operator, serta satelit kita nanti akan diluncurkan pada 2022," kata Rudiantara saat ditemui di Kantor Indosat Ooredoo, Jakarta Pusat, Senin (18/3).


Rudiantara lantas menuturkan bahwa proyek pembangunan Palapa Ring hampir 100 persen selesai. Palapa Ring terbagi menjadi tiga segmen, yaitu Palapa Ring Barat, Timur dan Tengah.

Palapa Ring Barat telah selesai 100 persen dengan panjang fiber optik 2.995 Km. Palapa Ring Tengah mencapai 99 persen dengan 2.995 Km. Pembangunan Palapa Ring di Timur mencapai 80 persen dengan 6.878 Km

Selain itu, pihaknya juga sudah dua tahun mempersiapkan HTS berkapasitas 150Gbps. Satelit ini digunakan untuk menyediakan jaringan internet ke seluruh pelosok Indonesia.

Ia menjelaskan istilah "Tol Langit" yang digunakan Cawapres Ma'ruf Amin saat Debat Putaran Ketiga Pilpres 2019 adalah cara yang digunakan Ma'ruf agar masyarakat lebih mudah mengerti dan mengingat.

Rudiantara pun memuji penggunaan istilah"tol langit" yang menurutnya lebih mudah dimengerti masyarakat awam ketimbang istilah infrastruktur jaringan internet. Penyederhanaan istilah ini menurut Rudiantara sudah dilakukan Ma'ruf sejak 2017.

Saat itu, Ma'ruf yang menjabat sebagai Ketua Umum MUI menggelontorkan fatwa muamalah medsosiah. Fatwa ini merupakan hukum dan pedoman dalam beraktivitas di media sosial

"Pendekatan Ma'ruf juga sangat pendekatan pasar. Waktu itu MUI membuat fatwa MUI bagaimana umat Islam harus memanfaatkan media sosial. Kan terlalu panjang. Kemudian dibuatlah muamalah medsosiah, lebih mudah begitu," tandasnya. (jnp/eks)