Brio Satya Bayangi Penjualan LCGC 'Kembar' Astra

ray, CNN Indonesia | Selasa, 19/03/2019 12:02 WIB
Brio Satya Bayangi Penjualan LCGC 'Kembar' Astra Honda Brio diuji wartawan otomotif di Bali beberapa waktu. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Honda Brio Satya berhasil memimpin pasar mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) selama Januari dan Februari 2019. Penjualan Satya mencapai 9.486 unit untuk periode tersebut.

Sejak diluncurkan model terbarunya, Brio Satya mampu menempel penjualan dua LCGC kembar dari Daihatsu dan Toyota, yaitu model city car dan MPV LCGC.

Menurut data wholesales (penjualan dari pabrik ke dealer) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Januari-Februari 2019, Agya terjual 3.312 unit. Sedangkan LCGC kursi tiga baris Toyota, yaitu Calya mencatat penjualan 7.461 unit.


Daihatsu demikian, penjualan Ayla untuk dua bulan pertama tahun ini sebesar 4.380 unit, sedangkan LCGC Sigra terdistribusi 8.154 unit.

Mobil 'murah' harga terjangkau dari Suzuki dan Datsun seakan berjuang untuk menghindari 'zona merah'. Dua merek tersebut terekam tak memuaskan.

Angka penjualan wholesales Karimun Wagon R selama Januari dan Februari 2019 berjumlah 664 unit, Datsun GO 478 unit, dan GO+ 263 unit.

Penjualan LCGC 'Melemah'

Gaikindo mengumumkan penjualan LCGC periode Januari dan Februari 2019 sebesar 34.198 unit, atau turun jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang angkanya mencapai 39.070 unit.

Mengutip laporan asosiasi otomotif, untuk periode sama di 2018 juga turun dibandingkan periode sama satu tahun sebelumnya. LCGC terdistribusi 44.092 unit untuk dua bulan pertama 2017.

Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan pasar LCGC mulai mengalami kejenuhan akibat banyak faktor, yaitu kehadiran mobil keluarga dengan harga relatif terjangkau asal China, transportasi massa yang mulai membaik, dan maraknya bisnis transportasi berbasis aplikasi online.

"LCGC dulu supaya orang punya kesempatan punya mobil. Sekarang orang jadi enggak ada kebutuhan lagi membeli kendaraan, ini seperti negara maju. Kendaraan nanti fungsinya seperti barang mewah, bukan lagi kebutuhan pokok," tutup Soerjopranoto. (ryh/mik)