Ilmuwan Coba Bangkitkan Lagi Mamot Purba

CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 05:50 WIB
Ilmuwan Coba Bangkitkan Lagi Mamot Purba Ilustrasi. Kerangka Mamot yang merupakan gajah raksasa purba berbulu. (PHILIPPE DESMAZES / AFP)_
Jakarta, CNN Indonesia -- Akira Iritani, seorang ilmuwan asal Jepang berusia 90 tahun berencana bakal membangkitkan kembali Mamot purba. Ide ini kembali terbersit dari peneliti yang sudah pensiun itu setelah mengetahui laporan tentang temuan spesimen Mamot Wolly pada 2012 silam. Spesimen ini terawat dengan baik lantaran tertanam di daratan beku Siberia.

Untuk membangkitkan Mamot itu, Iritani dan tim setelah berusaha menghidupkan sel bayi Mamot yang ia beri nama 'Yuka' itu. Mereka berhasil menyelamatkan sel berusia 28.000 tahun itu Maret ini.

"Saya telah mencoba menemukan sel mammoth yang tidak aktif selama 20 tahun tetapi karena saya sekarang berusia 90 tahun, saya sempat berpikir saya harus menyerah dan menerima kematian (sel mammoth)," kata Iritani dikutip dari CNN, Senin (18/3).


"Saya sangat senang dengan hasil penelitian baru-baru ini. Saya merasa Yuka telah menunggu saya untuk menemukannya," sambungnya.

Dalam eksperimen tersebut, menggunakan sebuah proses yang dikenal dengan transfer nuklir. Penelitian ini memiliki nilai penting karena pengetahuan itu menurut Iritani bisa digunakan untuk menyelamatkan hewan langka. Sebab, Iritani menyebut dengan mengetahui soal kepunahan di masa lalu bisa membantu peneliti mencari cara melindungi spesies yang dilindung. 

Peneliti ambil sampel sel

Sejumlah ilmuwan dari Rusia juga diikut sertakan dalam penelitian itu dan mengoleksi 88 struktur dari jaringan otot Yuka dan memindahkannya ke oosit tikus, yang mana sel dapat terbelah dan membentuk sel telur atau sel reproduksi wanita di ovarium.

Kemudian, Iritani menggunakan teknik sel hidup untuk melihat apakah sel lama yang tidak aktif dapat bereaksi kembali.

"Saya melihat di bawah mikroskop pada malam hari ketika saya sedang sendirian di laboraturium. Saya sangat tersentuh ketika melihat sel-sel bergerak, saya mengharapkan kejadian itu terjadi selama 20 tahun lamanya," ujarnya.

Seorang ahli genetika dan reproduksi biologis Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Monteral, AS yakni Lawrence Smith angkat bicara soal penemuan Iritani tersebut.
Parapeneliti mencoba menemukan cara menghidupkan kembali DNA Mamoth yang membeku 28 ribu tahun sebagai cara untuk menyelamatkan hewan langka dan punah. (REUTERS/Courtesy of Giant Screen Films, copyright 2012 D3D Ice Age, LLC)


Ditanam pada tikus

Smith mengatakan apa yang dilakukan oleh Iritani, sudah pernah dilakukan oleh beberapa ilmuwan pada 2015 lalu. Namun, studi ini hanya menyajikan bukti bahwa inti dalam sel hewan beku masih mengandung beberapa protein penting. Mereka lalu menamnya di pada sel telur tikus. Namun, mereka belum mencobanya pada sel telur gajah.

"Maka untuk menentukan protein-protein itu masih bisa melakukan pekerjaan mereka, Akira Iritani dan rekannya mengekstrasi 88 inti sel otot dan memindahkan sebagian sel ke oosit tikus putih atau embrio," kata Smith dikutip dari ScienceNews 

Dalam embrio tikus itu, nukleus Mamot mulai menunjukkan perkembangan. Ia membuat sel baru yakni struktur perakitan yang membantu DNA untuk membagikan sel, memadatkan DNA serta membentuk struktur seperti gelembung di membran yang mengelilingi DNA.

Namun, menurut Smith aktivitas itu akan terhenti. Mereka ratgu sel Mamot dapat hidup kembali, karena tak ada satu pun sel hibrida tikus dan Mamot yang membelah untuk membentuk sel-sel baru. Sel ini tidak membelah diperkirakan karena DNA sel Mamot sudah terlalu rusak.

"Biasanya, DNA terorganisir ke dalam kromosom. Namun di sebagian besar sel Mamot beku ini, DNA-nya telah hancur berkeping-keping hanya sekitar 150 pasang basa," jelasnya.

Aktivitas yang paling jelas terlihat adalah oosit tikus yang mencoba melakukan sesuatu pada protein Mamot. Tapi protein Mamoth sendiri tidak menunjukkan aktivitas apapun.

Biasanya menurut Smith, selama melakukan percobaan kloning hewan, para peneliti mengeluarkan kromosom telur tikus sebelum memasukkan nukleus dari sel yang sudah sempurna.

Namun dalam kasus ini, oosit tikus masih memiliki DNA dan protein nuklir sendiri pada nukleusnya. Smith menilai protein dari tikus putih itu yang menyebabkan aktivitas dari sel Mamot. (din/eks)