Laporan dari Turki

Membedah Performa Tiga Kamera Belakang Samsung Galaxy S10+

CNN Indonesia | Minggu, 24/03/2019 10:56 WIB
Membedah Performa Tiga Kamera Belakang Samsung Galaxy S10+ Ilustrasi mengabadikan foto menggunakan Galaxy S10+. (Foto: CNN Indonesia/Agustiyanti)
Bursa, CNN Indonesia -- Merayakan satu dekade ponsel seri S, Samsung menjadikan fitur kamera sebagai fokus pengembangan utamanya. Kemunculan trio Galaxy S10 menjadikan aspek kamera sebagai daya pikat utamanya.

Galaxy S10 dan S10+ dibekali tiga kamera belakang, sementara Galaxy S10e dua kamera belakang. CNNIndonesia.com berkesempatan menjajal performa Galaxy S10+, varian dengan spesifikasi tertinggi dibandingkan kedua 'adiknya' saat mengunjungi Istanbul dan Bursa, Turki.

Ketiga sensor kamera belakang Galaxy S10+ yakni ensor ultrawide 16 megapiksel dengan fokus tetap, lensa bersudut lebar 12 megapiksel dengan OIS dan lensa telefoto 12 megapiksel, juga dengan OIS, yang dapat mencapai dua kali optical zoom.


Hanya saja, untuk kamera depan, S10+ dibekali dengan dua kamera, yakni kamera selfie 10 MP dual pixel dan RGB Depth 8 MP FF (f/2.2). Sementara S10e tak memiliki lensa belakang tele dan hanya memiliki satu kamera depan dual pixel seperti halnya S10.

Bekal tiga kamera membuat Galaxy S10+ dapat memberikan hasil jepretan dengan kualitas lebih baik dan menghasilkan efek foto yang lebih beragam.

Pada ponsel flagship ini, Samsung juga memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk memaksimalkan hasil foto. Misalnya, dalam memilih lensa kamera apa yang akan digunakan digambarkan dengan simbol daun.

Membedah Performa Tiga Kamera Belakang Samsung Galaxy S10+Hasil foto menggunakan lensa wide Samsung Galaxy S10+. (Foto: CNN Indonesia/Agustiyanti)

Satu daun untuk menggunakan lensa ultra wide, dua daun untuk menggunakan lensa wide, dan tiga daun untuk menggunakan lensa tele. Saat ingin berpindah dari satu lensa ke lensa lainnya pun tak terasa ada lag.

Kemampuan peranti lunak kamera juga ditingkatkan untuk seri ini melalui Neural Processing Unit (NPU). NPU berfungsi untuk mengenali gambar dan mencari obyek dan menyamai dengan databasenya sehingga gambar yang diambil bisa menyerupai hasil aslinya. 

Membedah Performa Tiga Kamera Belakang Samsung Galaxy S10+Hasil foto menggunakan lensa ultrawide Samsung Galaxy S10+. (Foto: CNN Indonesia/Agustiyanti)
Ada pula mode grid untuk mengatur komposisi foto agar tak miring. Semua bantuan itu membuat hasil foto otomatis dari Galaxy S10+ menghasilkan foto yang cukup memuaskan. 

Jika tak puas dengan hasil foto otomatis, seri ponsel ini sebnarnya juga memberikan keleluasaan untuk mengatur komposisi gambar layaknya kamera profesional dengan mode pro. Kita dapat mengatur ISO, Aparture and Focus Points (AF), hingga komposisi warna secara manual. 

Selain hasil foto layaknya kamera profesional, Galaxy S10+ juga menjanjikan kemampuan perekaman video yang lebih baik dibanding seri pendahulunya. Seri ini menawarkan stabilisasi dalam pengambilan gambar dan kualitas video HDR10+ atau setingkat profesional. 

CNNIndonesia.com pun menjajal suksesor Seri S ini untuk merekam video saat menaiki kereta gantung di Pegunungan Uludag, Bursa, Turki. Hasilnya, video yang dihasilkan memang terlihat stabil meski guncangan kereta gantung cukup terasa. 

Kualitas warna dari video yang dihasilkan pun memang sangat memuaskan. Sayangnya, seperti halnya ponsel pintar Android lainnya, ketika diunggah pada fitur Instastory di Instagram, kualitas gambar mengalami penurunan. Namun, untuk menu feed tidak ditemui masalah yang berarti dan kualitas video yang diunggah tetap mumpuni. (agi/evn)