Indosat Gelontorkan Rp10 T Perluas Jaringan 4G Tahun Ini

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 26/03/2019 04:32 WIB
Indosat Gelontorkan Rp10 T Perluas Jaringan 4G Tahun Ini Indosat Ooredoo dalam update informasi jaringan. (CNN Indonesia/Dini Nur Asih)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indosat Ooredoo mengucurkan dana Rp10 triliun untuk memperluas jaringan 4G. Operator grup Ooredoo ini akan menambah 18 ribu BTS 4G serta meningkatkan jumlah BTS yang terhubung dengan jaringan fiber menjadi hampir 30 persen.

Indosat mengklaim dengan tambahan tersebut, jaringan 4G akan menjangkau 87 persen dari populasi masyarakat Indonesia.

"Di 2019 ini, kami akan memperluas cakupan 4G itu. Perusahaan telah mengalokasikan hampir 90 persen dari Rp10 triliun itu untuk network dan untuk meningkatkan customer experience," kata President Director & CEO Indosat Ooredoo, Chris Kanter pada acara 4G Plus Indosat Ooredoo, di Theater Garuda, TMII, Jakarta, Senin (25/3).


"Kami akan menambah 18 ribu BTS 4G baru dan untuk menambah juga kapasitas. Bukan hanya itu, backhole atau pipa untuk mendukung BTS ini akan menambah kapasitas fiber optic Indosat hingga 30 persen," sambungnya.
Chris mengklaim, langkah yang dilakukan Indosat ini sebagai bagian dari '5G Ready'.

Selain memperluas jaringan 4G, Indosat juga memaparkan akses internet 4G Plus yang telah menjangkau 422 kota/kabupaten dan 80 persen populasi masyarakat di Indonesia.

"Jadi, kalau kita mau 4G Plus itu selain kita menyediakan jaringan 4G kita juga menyediakan paket-paket yang menarik di 4G itu sendiri. Maka nya kita berikan unlimited," ujar Head of Networking Planning and Optimisation, Kustanto kepada awak media, Senin (25/3).

Namun, Kustanto mengatakan untuk menikmati jaringan 4G Plus, pengguna harus didukung dengan ponsel yang mendukung jaringan 4G Plus. Handset ponsel harus didukung dengan teknologi LTE category (Cat.) 9.

Smartphone yang tergolong Cat 6 dan Cat 9 seperti Samsung S series yaitu Galaxy S8 dan iPhone 7.

"Kalau ponselnya tidak support agregasi, tidak akan bisa dapat 4G Plus. Nah 4G Plus di sini definisi nya, kita menjaring jaringan-jaringan 4G berikut juga dengan isinya, ada paket unlimited," jelasnya.

Terkait '5G Ready', Kustanto menjelaskan untuk mencapai jaringan 5G itu, operator harus menyiapkan perangkat-perangkat digital baru.

Selain itu, 5G harus didukung pula dengan teknologi Backhole yang diibaratkan Kustanto seperti 'jalan tol'.

"5G itu karena kecepatan tinggi, jadi butuh teknologi Backhole. Backhole itu kita anggap sebagai jalan tol, jalan tol itu kan ada gerbangnya. Maka supaya tidak macet, dibangun lah jalan tol yang kita sebut Backhole yang dibangun dengan fiber optik," pungkasnya. (din/age)