Indosat mengklaim dengan tambahan tersebut, jaringan 4G akan menjangkau 87 persen dari populasi masyarakat Indonesia.
"Di 2019 ini, kami akan memperluas cakupan 4G itu. Perusahaan telah mengalokasikan hampir 90 persen dari Rp10 triliun itu untuk network dan untuk meningkatkan customer experience," kata President Director & CEO Indosat Ooredoo, Chris Kanter pada acara 4G Plus Indosat Ooredoo, di Theater Garuda, TMII, Jakarta, Senin (25/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain memperluas jaringan 4G, Indosat juga memaparkan akses internet 4G Plus yang telah menjangkau 422 kota/kabupaten dan 80 persen populasi masyarakat di Indonesia.
Namun, Kustanto mengatakan untuk menikmati jaringan 4G Plus, pengguna harus didukung dengan ponsel yang mendukung jaringan 4G Plus. Handset ponsel harus didukung dengan teknologi LTE category (Cat.) 9.
Smartphone yang tergolong Cat 6 dan Cat 9 seperti Samsung S series yaitu Galaxy S8 dan iPhone 7.
"Kalau ponselnya tidak support agregasi, tidak akan bisa dapat 4G Plus. Nah 4G Plus di sini definisi nya, kita menjaring jaringan-jaringan 4G berikut juga dengan isinya, ada paket unlimited," jelasnya.
Terkait '5G Ready', Kustanto menjelaskan untuk mencapai jaringan 5G itu, operator harus menyiapkan perangkat-perangkat digital baru.
Selain itu, 5G harus didukung pula dengan teknologi Backhole yang diibaratkan Kustanto seperti 'jalan tol'.
"5G itu karena kecepatan tinggi, jadi butuh teknologi Backhole. Backhole itu kita anggap sebagai jalan tol, jalan tol itu kan ada gerbangnya. Maka supaya tidak macet, dibangun lah jalan tol yang kita sebut Backhole yang dibangun dengan fiber optik," pungkasnya. (din/age)