Ethiopian Airlines: Software Boeing 737 Aktif Saat Kecelakaan

CNN Indonesia | Selasa, 26/03/2019 18:09 WIB
Ethiopian Airlines: Software Boeing 737 Aktif Saat Kecelakaan Ilustrasi (REUTERS/Jason Redmond)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bos Ethiopian Airlines menyebut kalau software sistem anti-jatuh (anti-stall) milik Boeing 737 Max 8 tengah diaktifkan ketika pesawat naas itu jatuh. Hal ini diungkap CEO Ethiopian Airlines Tewolde Gebremariam dalam wawancara dengan Wall Street Journal.

Ini adalah kali pertama maskapai menghubungkan jatuhnya pesawat dengan software anti-jatuh yang disebut Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) itu.

Sebab, penyidik Ethiopia dan Perancis telah mengidentifikasi adanya kemiripan dari data penerbangan Ethiopian Airlines dengan Lion Air 610.


Mereka memperkirakan sebagian kecelakaan ini disebabkan oleh malfungsi dari software tersebut. Investigator juga menyebut kalau kru penerbangan 302 kurang mendapat pelatihan bagaimana menonaktifkan sistem MCAS ini.

Namun Gebremariam tidak memberikan detil mengapa mereka sampai pada kesimpulan tersebut. Namun, ia menambahkan akan sulit bagi Boeing memulihkan kepercayaan pada sistem keselamatan pesawat 737 Max.

Namun, Ethiopian Airlines tidak menyebut akan membatalkan pemesanan pesawat tersebut seperti yang dilakukan oleh Garuda, seperti dikutip dari ArsTechnica.

Boeing rencananya akan mengirimkan pembaruan software untuk MCAS termasuk indikator lampu tidak setuju. Indikator ini diperlukan untuk menonaktifkan sistem tersebut ketika terjadi anomali pada sensor pesawat. Awalnya, fitur ini adalah fitur tambahan.

"Ketika Boeing memasok pesawat ada item yang memang penting untuk keselamatan dan ada pilihan tambahan," jelas Gebremariam . "Indikator angle of attack adalah pilihan tambahan bersama dengan sistem hiburan dalam pesawat."

Boeing menyebut penambahan sistem peringatan bernilai Rp 1,13 miliar (US$80 ribu) ini akan dipasang di seluruh pesawat 727 Max baru, seperti dilaporkan The Register. (eks/eks)