Edukasi & Fitur

Untung Rugi Motor Berpendingin Cairan dan Udara

ray, CNN Indonesia | Rabu, 03/04/2019 18:02 WIB
Untung Rugi Motor Berpendingin Cairan dan Udara Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari 10 dekade banyak ditemui sepeda motor menggunakan alat pendingin mesin (radiator). Motor jenis itu gampang ditemui ketimbang motor berpendingin udara.

Alasan motor tidak memerlukan pendingin cairan lantaran motor digunakan untuk jarak dekat dan mesin pasti terpapar udara. Oleh karena itu sejumlah insinyur menilai motor tak butuh radiator.

Harley-Davidson satu dari banyak produsen motor yang tidak membutuhkan radiator pada motor-motor produksinya.


Pabrikan asal Amerika Serikat itu menilai peranti radiator menghilangkan estetika suatu kendaraan roda dua. Penggunaan radiator dinilai memakan tempat dan membuat desain motor tidak luar biasa.
Namun HD tercatat beberapa tahun terakhir menyematkan sistem pendingin cairan untuk beberapa model motor produksinya, hal tersebut karena tuntutan pasar dan menyesuaikan teknis motor untuk sejumlah negara tujuan, contoh negara-negara di Asia yang beriklim tropis.

Seiring waktu berjalan konsep menggunakan motor sudah berubah. Tidak jarang dalam keseharian sepeda motor digunakan selama lebih dari dua jam tanpa henti. Belum lagi pengguna motor kerap menemui kemacetan.

Oleh karena itu motor kini dirancang lengkap dengan pendingin cairan yang diharapkan bisa meredam panas ruang mesin lebih sempurna. Untuk diketahui antara mesin motor berpendingin cairan dan udara punya kelebihan dan kekurangan. Berikut penjelasannya mengutip laman resmi Suzuki Indonesia.

Pendingin Udara

Sesuai namanya, pendingin ini memanfaatkan aliran udara untuk menjaga suhu panas mesin tidak terlampau tinggi. Sistem pendingin seperti ini memanfaatkan desain motor yang terbuka, dengan desain tersebut udara sangat mudah masuk lewat celah fairing atau cover bodi depan kemudian masuk ke dalam celah mesin.

Hal paling mendasar tentang mesin berpendingin udara ini adalah, toleransi mesin terhadap suhu panas bisa dibilang cukup tinggi, sehingga motor dengan sistem pendingin udara bisa digunakan dalam berbagai kondisi cuaca, dari mulai musim dingin, hingga musim panas, tapi tidak cocok digunakan di jalanan macet.

Pendingin Cairan

Sistem pendinginan cairan kebanyakan menggunakan radiator coolant mirip dengan sistem pendingin pada mobil, tapi kerjanya yang lebih ringkas. Cara kerjanya, cairan pendingin akan masuk lewat jalur khusus menuju ruang mesin dan menyerap panas di area tersebut.

Setelah itu, cairan akan kembali ke ruang radiator untuk diinginkan kembali, dan mengalir lagi ke ruang mesin untuk menyerap panas di sana. Begitu seterusnya.

Sistem pendingin cairan ini cukup efektif untuk jenis motor yang digunakan untuk keperluan sehari-hari dengan kondisi jalan macet. (ryh/mik)


BACA JUGA