Kemenristekdikti Sebut Gesits Mulai Diproduksi Juni

jo, CNN Indonesia | Sabtu, 06/04/2019 15:47 WIB
Kemenristekdikti Sebut Gesits Mulai Diproduksi Juni Presiden Joko Widodo menjajal motor listrik Gesits. (Foto: CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Riset dan Teknologi Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menargetkan produksi motor listrik karya anak bangsa Gesits sebanyak 50 ribu unit. Produksi massal akan dimulai pada Juni 2019.

"Pada Juni 2019 akan mulai produksi 50 ribu unit. Kami mengantarkan startup ini sampai masuk industri," kata Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Retno Sumekar usai konferensi pers di kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat (5/4).

Gesits merupakan motor yang diproduksi PT Wijaya Manufakturing (WIMA), perusahaan konsorsium PT Gesits Technologies Indo (GTI) dengan anak perusahaan BUMN PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (PT WIKA).


Dalam riset dan pengembangannya, Gesits dirancang oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan mendapat bimbingan dari Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti. Kemenristekdikti mengalokasikan dana hibah riset sebesar Rp5 miliar untuk ITS.

Retno mengatakan Kemenristekdikti juga berperan untuk memperkenalkan prototipe awal Gesit kepada PT WIKA yang juga memproduksi komponen motor.

"WIKA itu bikin komponen kecil kecil-kecilnya kendaraan bermotor, yang disuplai ke manufaktur sepeda motor. Saya bilang Kenapa tidak bikin motor sendiri, kita punya teknologinya loh. Nah akhirnya dari situ berangkat (konsorsium)," ujar Retno.

Retno mengatakan Kemenristekdikti memang berperan fasilitator untuk mengawinkan startup dengan industri. Kemenristekdikti berperan sebagai 'mak comblang' untuk menyatukan kepentingan startup dan industri.

"Peran Kemenristekdikti memfasilitasi agar startup Gesits bisa diproduksi massal yang artinya harus digarap oleh industri besar. Fungsi kami memediasi kepentingan startup dan industri agar mendapatkan kesepakatan untuk bekerja sama," kata Retno.

Gesits akan diproduksi massal di pabrik perakitan yang berada di kawasan industri Wijaya Karya di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Pabrik perakitan itu mampu memproduksi 50.000 unit per tahun dan bisa ditingkatkan hingga 100.000 unit per tahun.

Sebelumnya Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkap rencana untuk mulai memasarkan kepada umum Gesits pada Januari 2019. Hal tersebut diungkapkan usai menghadiri diskusi di Kantor Gubernur Jatim di Surabaya, Kamis (21/11/2018). Namun hingga saat ini kegiatan produksi Gesits belum juga terdengar.

Pihak GTI rencananya ikut pamera IIMS 2019 yang berlangsung akhir bulan ini. GTI juga akan menyediakan fasilitas uji jalan untuk pengunjung yang penasaran dengan performanya. (jnp/mik)