Perusahaan belanja online asal Amerika Serikat ini telah meminta regulator spektrum internasional untuk memberikan hak spektrum konstelasi satelit. Konstelasi Amazon diajukan ke International Telecommunication Union (ITU) dengan nama Kuiper Systems.
"Project Kuiper adalah inisiatif baru untuk meluncurkan konstelasi satelit Orbit Bumi Rendah, yang akan memberikan konektivitas broadband kecepatan rendah serta latensi tinggi kepada masyarakat yang belum terlayani di seluruh dunia," kata Juru Bicara Amazon dikutip dari Space.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah publik pertama Project Kuiper berupa tiga set pengajuan yang dilakukan dengan International Telecommunication Union bulan lalu oleh Komisi Komunikasi Federal atas nama Kuiper Systems LLC yang bermarkas di Washington, D.C.
Tahun lalu, SpaceX meluncurkan dua satelit prototipe pertama untuk konstelasi data broadband Starlink. Sebanyak 12.000 satelit ditempatkan di orbit Bumi yang rendah.
Pendiri SpaceX Elon Musk berharap pendapatan layanan internet Starlink dapat membantu mendanai visinya guna membangun sebuah kota di Mars.
Sementara OneWeb telah meluncurkan enam satelit broadband pertama bulan Februari lalu dan berencana untuk menempatkan ratusan satelit lagi dalam kurun waktu satu hingga dua tahun mendatang.
Sama halnya dengan SpaceX, operator jasa satelit asal Kanada yakni Telesat juga telah menempatkan satelit broadband prototipe pertama tahun 2018. Telesat berencana bakal menambah ratusan satelit di awal tahun 2020. (din/age)