Amazon Akan Bangun Konstelasi Satelit Internet Broadband

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 04:35 WIB
Amazon Akan Bangun Konstelasi Satelit Internet Broadband Ilustrasi. (AFP PHOTO / JOHN MACDOUGALL)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amazon merencanakan akan membuat konstelasi ribuan satelit untuk konektivitas internet broadband sebanyak 3.236 satelit.

Perusahaan belanja online asal Amerika Serikat ini telah meminta regulator spektrum internasional untuk memberikan hak spektrum konstelasi satelit. Konstelasi Amazon diajukan ke International Telecommunication Union (ITU) dengan nama Kuiper Systems.

"Project Kuiper adalah inisiatif baru untuk meluncurkan konstelasi satelit Orbit Bumi Rendah, yang akan memberikan konektivitas broadband kecepatan rendah serta latensi tinggi kepada masyarakat yang belum terlayani di seluruh dunia," kata Juru Bicara Amazon dikutip dari Space.
"Ini adalah proyek jangka panjang untuk melayani puluhan juta orang yang tidak memiliki akses internet broadband. Kami berharap dapat bermitra dalam inisiatif ini dengan perusahaan yang memiliki visi yang sama," tambahnya.


Dilansir dari GeekWire, langkah pertama Proyek Kuiper berupa tiga set pengajuan yang dilakukan dengan International Telecommunication Union (ITU) Maret lalu oleh Komisi Komunikasi Federal atas nama Kuiper Systems LLC, yang bermarkas di Washington D.C.

Langkah publik pertama Project Kuiper berupa tiga set pengajuan yang dilakukan dengan International Telecommunication Union bulan lalu oleh Komisi Komunikasi Federal atas nama Kuiper Systems LLC yang bermarkas di Washington, D.C.

Pengajuan untuk menempatkan 3.236 satelit di orbit Bumi tersebut dengan rincian 784 satelit di ketinggian 590 kilometer, 1.296 pada ketinggian 610 kilometer dan 1.156 satelit dalam orbit 630 kilometer.
Sebelumnya, sejumlah perusahaan raksasa telah bekerja selama bertahun-tahun untuk membangun satelit guna seperti SpaceX, OneWeb, Talesat, Facebook, Boeing dan Leosat.

Tahun lalu, SpaceX meluncurkan dua satelit prototipe pertama untuk konstelasi data broadband Starlink. Sebanyak 12.000 satelit ditempatkan di orbit Bumi yang rendah.

Pendiri SpaceX Elon Musk berharap pendapatan layanan internet Starlink dapat membantu mendanai visinya guna membangun sebuah kota di Mars.

Sementara OneWeb telah meluncurkan enam satelit broadband pertama bulan Februari lalu dan berencana untuk menempatkan ratusan satelit lagi dalam kurun waktu satu hingga dua tahun mendatang.

Sama halnya dengan SpaceX, operator jasa satelit asal Kanada yakni Telesat juga telah menempatkan satelit broadband prototipe pertama tahun 2018. Telesat berencana bakal menambah ratusan satelit di awal tahun 2020. (din/age)