Fosil Paus Berkaki Empat Ditemukan di Peru

CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 08:43 WIB
Fosil Paus Berkaki Empat Ditemukan di Peru Fosil paus purba berkaki empat di Peru. (Foto: Alberto Gennari/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ilmuwan menemukan fosil paus berkaki empat  di pantai selatan Peru. Paus berkaki empat ini bisa hidup di laut maupun di daratan sekitar 43 juta tahun lalu.

Mamalia sepanjang empat meter ini dinamakan Peregocetus Pacificus. Keempat kakinya mampu menahan bebannya di darat.

Artinya Peregocetus dapat kembali ke pantai untuk beristirahat atau mungkin melahirkan. Paus ini juga menghabiskan sebagian besar waktunya di laut.


Kaki dan tangan mamalia memiliki kuku kecil dan mungkin berselaput untuk membantu berenang.  Kendati demikian, peneliti memperkirakan mamalia ini agak sulit bergerak di darat karena ukuran jari dan kaki yang panjang, namun memiliki anggota tubuh yang relatif ramping.

Temuan ini  merepresentasikan langkah penting sebelum paus sepenuhnya beradaptasi dengan habitat laut dalam evolusi ordo Cetacea.

"Beberapa tulang belakang wilayah ekor memiliki kesamaan kuat dengan mamalia semi-akuatik seperti berang-berang, mengindikasikan bahwa ekor itu sebagian besar digunakan untuk penggerak bawah air," tambah  ahli paleontologi dari Royal Belgian Institute of Natural Sciences Olivier Lambert.

Dilansir Reuters, moncongnya paus berkaki empat ini diketahui berbentuk memanjang dengan struktur kokoh. Mamalia ini memiliki gigi seri besar dan taring serta gigi geraham daging. Dengan bentuk gigi seperti ini,  Peregocetus mahir menangkap mangsa berukuran sedang seperti ikan.

"Kami pikir itu memberi makan di dalam air, dan bahwa pergerakan bawah airnya lebih mudah daripada di darat," kata Lambert. 

Asal usul evolusi paus kurang dipahami sampai tahun 1990-an ketika fosil paus paling awal ditemukan. 

Berbagai fosil menunjukkan bahwa paus berevolusi  lebih dari 50 juta tahun lalu di Pakistan dan India. Evolusi terjadi  dari mamalia darat berkuku yang berkerabat jauh dengan kuda nil.

Peregocetus mewakili kerangka paus berkaki empat paling lengkap di luar India dan Pakistan. Mamalia ini merupakan yang pertama diketahui berasal wilayah Pasifik dan Belahan Bumi Selatan.

Lambert mengatakan kehadiran paus berkaki empat di Peru menunjukkan penyebarannya dari Asia Selatan ke Afrika Utara, lalu menyeberangi Atlantik Selatan untuk mencapai Dunia Baru (Benua Amerika).

Peregocetus menunjukkan bahwa paus pertama yang mencapai Amerika masih memiliki kemampuan untuk bergerak di darat.

Seiring berjalannya waktu, anggota tubuh cetacea berevolusi menjadi sirip. Tidak sampai 40 juta tahun lalu garis keturunan paus berevolusi menjadi hewan laut sepenuhnya.

[Gambas:Youtube] (jnp/evn)