Ada dua merek mobil China masuk Indonesia yaitu DFSK dan Wuling. Kedua merek itu seakan 'roh penyemangat' merek mobil China Geely yang kalah bersaing karena alasan ketatnya persaingan dan memutuskan hengkang dari Indonesia beberapa tahun silam.
Tercatat Wuling lebih agresif dengan meluncurkan model MPV, pikap dan SUV. Sementara DFSK produsen otomotif satu negara asal China belum berani melakukan hal itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:'Kuda Hitam' Mobil China |
Seiring perkembangan dan kemajuan teknologi, mobil-mobil China menawarkan spesifikasi dan fitur 'berkelas', namun tetap dengan harga relatif 'murah' jika dibandingkan model sekelas bermerek Jepang dan Korea yang sudah eksis di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Toyota Kasih Panggung untuk Xpander 1.300 cc |
Berdasarkan polling dilakukan CNNIndonesia.com via Twitter terhadap 463 responden, pemilih mobil Jepang mendominasi sebesar 62 persen, diikuti Eropa sebanyak 29 persen. Pemilih mobil Korea dan China masing-masing enam persen dan tiga persen.
Sangat beralasan jika merek mobil asal Jepang mendominasi pasar otomotif dalam negeri. Sebab merek mobil Jepang berinvestasi di Indonesia mulai 1970an, dan terbukti bisa bersaing dengan merek mobil Amerika Serikat dan Eropa.
[Gambas:Twitter] (mik)