Tren Paslon 02 Disebut Melejit di Medsos Usai Pilpres

eks, CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 16:19 WIB
Tren Paslon 02 Disebut Melejit di Medsos Usai Pilpres Ilustrasi (REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat menyebut tren percakapan pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno kian melejit di media sosial usai masa pencoblosan Pilpres 2019. Karena dididorong oleh para pendukung militan mereka di media sosial.

Sebab, tren percakapan paslon ini terus tinggi pasca pencoblosan. Tren percakapan pasangan calon ini bahkan lebih tinggi dari ketika debat capres dan cawapres.

"(Paslon) 02 mengandalkan pendukung militan. Sehingga, begitu selesai pencoblosan (percakapan di medsos) masih tetap bisa tinggi. Semangatnya adalah perjuangan oposisi," jelas Ismail Fahmi, pembuat mesin ais medsos Drone Emprit, saat dihubungi CNNIndonesia.com lewat pesan teks, Rabu (24/4).


Menurut Ismail, tren percakapan paslon 02 setelah masa pencoblosan malah lebih tinggi dari saat debat, "(dan) sejak itu selalu lebih tinggi," lanjutnya.

Hal ini tampak pada grafik yang ditampilkan Ismail dalam cuitan di Twitter. Tampak pada grafik lebih tinggi dari grafik berwarna biru. Grafik berwarna hijau mewakili percakapan Prabowo-Sandi, sementara grafik biru mewakili percakapan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Grafik hijau terus melebihi grafik biru setelah pencoblosan pada 17 April lalu.



Padahal pada periode sebelum pencoblosan, tren percakapan paslon 01 punya kecenderungan lebih tinggi dari paslon 02.

"Dari Januari sampai dengan April sebelum pencoblosan, tren percakapan tentang paslon 01 cenderung lebih tinggi dari 02," tuturnya.




Perubahan pola percakapan ini menurut Ismail akibat kubu 01 selama masa kampanye melakukan berbagai upaya untuk mendorong tingginya percakapan di medsos. Upaya ini disebut Ismail dilakukan oleh tim profesional.

"Kubu 01 selama kampanye menggunakan berbagai upaya profesional untuk menaikkan opini dan volume spt di atas. Begitu selesai pencoblosan, turun trennya," jelas pria berkacamata itu lagi.

Cara profesional ini menurut Ismail dilakukan dengan membuat pola percakapan yang banyak menggunakan pemberian hadiah cuma-cuma (give away), cuitan sampah (spam twit), dan koordinasi antar pendukung untuk menaikkan tagar atau nama paslon.

Meski demikian, secara keseluruhan sejak Januari sampai dengan Selasa (23/4), total volume percakapan tentang paslon 01 masih lebih tinggi dari 02. Dengan pembagian cuitan untuk paslon 01 sebesar 52 persen dan paslon 02 sebanyak 48 persen.

Data yang dikumpulkan Drone Emprit ini memasukkan percakapan oleh buzzer, anonymous, dan bot dimasukkan semua. (eks/eks)