Smartfren Akan Uji Coba 5G di Juni 2019

CNN Indonesia | Selasa, 30/04/2019 03:33 WIB
Smartfren Akan Uji Coba 5G di Juni 2019 Ilustrasi 5G. (Foto: AFP PHOTO / Pau Barrena)
Jakarta, CNN Indonesia -- Smartfren menyatakan akan menguji coba jaringan 5G pada Juni 2019. Teknologi generasi kelima ini menawarkan akses jauh lebih cepat dibandingkan 4G.

"Smartfren akan mulai proses trial 5G di bulan Juni mendatang, tapi kita belum bisa sebutkan waktu pastinya, bisa awal, pertengahan atau akhir bulan," ungkap VP Technology Relations and Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo kepada awak media, Kamis (25/4).

Sejauh ini, Munir menegaskan pihaknya melakukan serangkaian persiapan untuk mengadopsi 5G. Ia menegaskan saat ini Smartfren sudah memasuki tahap pre 5G.


Alih-alih menggunakan istilah 4G Plus, Smartfren memilih menggunakan istilah pre 5G lantaran layanannya sudah dibekali teknologi yang dibutuhkan untuk menggelar 5G.

"Kami sudah siapkan platform. Kapanpun kami siap. Nanti juga kita trial. Artinya kami yakin, sehingga nanti kalau sudah saatnya penerapan nanti kami bisa jalankan 5G," imbuhnya.

Teknologi tersebut diantaranya adalah keberadaan carrier aggregation (CA), small cell, Multi Input Multi Output Antenna (MIMO), Quadratur Amplitude Modulations (QAM), beam forming, hingga full duplex. Teknologi ini sudah disuntikkan ke jaringan 4G milik Smartfren. 

"Teknologi ini sudah kami 'suntikkan' agar nanti ready ke 5G, tapi kami sebutnya pre 5G. Belum bisa menjadi 5G kalau teknologinya belum dipenuhi semua.  Tapi 4G sudah kami tingkatkan kecepatannya dengan fitur 5G yang kami pasang dalam teknologi 4G kami," kata Munir.

Kendati demikian, ada satu fitur teknologi 5G yang belum diterapkan, yaitu Milimeter Wave 5G. Smartfren tengah menunggu keputusan regulasi yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) terkait Milimeter Wave. 

"Untuk 5G Milimeter Wave diatur lagi oleh Kemkominfo mengenai alokasi frekuensi. Spektrum 5G ini belum digunakan. Apakah kita harus bid lagi nanti kami tunggu keputusan pemerintah untuk alokasi 5G," jelasnya. (jnp/evn)