Tingkatkan Layanan, Smartfren Taruh BTS di Lokasi Padat

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 28/04/2019 07:43 WIB
Tingkatkan Layanan, Smartfren Taruh BTS di Lokasi Padat Ilustrasi. (CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil)
Jakarta, CNN Indonesia -- Smartfren menjelaskan jumlah Base Transceiver Station (BTS) bukan merupakan faktor utama dalam menentukan luasnya jangkauan jaringan telekomunikasi. Hal ini disampaikan VP Technology Relations and Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo ketika ditanya jumlah BTS yang disiapkan oleh Smartfren menjelang bulan Ramadan dan Lebaran.

"Saya tidak ingin sebut jumlah BTS karena itu urusan dapur. Tapi saya ingin meluruskan supaya tidak salah persepsi. Jadi masalah jangkauan itu bukan masalah jumlah BTS, tapi masalah memasang BTS itu tepat di posisi yang benar atau tidak," kata Munir dalam konferensi pers di Bandung, Jawa Barat, Rabu malam (24/4).

Munir mengatakan jangkauan jaringan telekomunikasi bisa dimaksimalkan bukan dengan jumlah BTS, tapi dengan efektivitas. Efektivitas yang dimaksud oleh Munir adalah penempatan BTS tepat sasaran di daerah-daerah padat populasi yang membutuhkan konsumsi data yang besar.


"Kalau di Smartfren lebih ke arah mana ada  populasi dan di situ kami akan pasang BTS," kata Munir.
Munir mengatakan efektivitas penempatan BTS merupakan kunci utama untuk menjangkau pelanggan dibandingkan memamerkan jumlah BTS. Ia mengatakan ada kemungkinan BTS tersebut justru ditempatkan di daerah-daerah yang minim atau tidak ada populasi.

"Bisa jadi tidak ada populasi pasang BTS, kalau orang (operators) sudah kaya tidak ada maslah. Akan tetapi  masalah Smartfren tahu sendiri kita belum kaya walaupun kami mampu. Maka kami harus atur penempatan BTS," kata Munir.

Bagi Munir, patokan keberadaan jaringan telekomunikasi tidak diwakili dengan jumlah BTS yang dimiliki oleh operator. Munir mengatakan Smartfren, BTS akan ditempatkan di daerah-daerah berpopulasi tinggi.

"Ya silakan saja yang lain sebut angka BTS. Tapi tidak akan berpengaruh orang lain (operator) bilang BTS ada 100. Apakah 100 BTS jauh lebih baik dari 20 BTS namun efektif penempatannya," ujar Munir.  
Sebelumnya, Munir pihaknya mengerahkan 75 Mobile BTS (MBTS) menjelang bulan Ramadan dan Lebaran. Munir mengatakan MBTS ini terbagi menjadi dua jenis, yakni BTS yang terpasang dengan kendaraan dan BTS yang dibawa oleh kendaraan.

Menurutnya saat ini pihaknya sudah membawa BTS ke lokasi-lokasi yang menjadi titik lemah sinyal. Sementara itu, BTS yang terpasang di kendaraan disiapkan apabila ada lonjakan permintaan data.

Smartfren juga memprediksi peningkatan trafik data sebanyak 30 persen saat Ramadan dan Lebaran. Munir mengatakan pada tahun-tahun sebelumnya hanya terjadi peningkatan sebesar 15 hingga 25 persen. 

Munir mengklaim peningkatan terjadi karena layanan paket unlimited Smartfren yang begitu diminati pelanggan. 

"Produk unlimited yang sangat laku, sehingga kemungkinan kenaikan akan lebih tinggi. kita prediksikan adalah 30 persen," ujar Munir. 

Untuk mempersiapkan lonjakan data, Smartfren akan melakukan penambahan kapasitas rata-rata 30%. Selain itu Smartfren juga mempersiapkan tim satuan lapangan dan pemantauan 24 jam dari diseluruh jalur mudik, lokasi publik dan kota tujuan mudik atau persinggahan.

"Kami juga memprediksi kenaikan traffic di bulan Ramadhan tahun ini akan terjadi mulai pukul 16.00 - 01.00 WIB, selain sosial media dan aplikasi streaming baik musik dan video. Tahun ini kenaikan traffic juga akan disumbang dari para gamers,"ujar Munir (jnp/age)