Putra mengatakan, MAA hanya ingin membantu KPU mengetahui bug atau celah keamanan yang ada di dalam situs. Dengan pengetahuan itu, KPU diharapkan bisa langsung memperkuat sistem keamanan.
"Saya bilang KPU itu berlebihan menangkap MAA. Padahal KPU juga meminta bantuan peretas untuk menemukan kelemahan situs KPU," ujar Putra pada CNNIndonesia.com usai gelaran Cyberfest yang dihelat oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di SCBD, Jakarta, Sabtu (27/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Celah yang ditemukan oleh MAA, kata Putra, hanya merupakan 'open redirect'. Celah keamanan ini, lanjutnya, bukan masalah besar dan tidak mampu mengubah data apa pun dalam situs.
Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita barang bukti berupa satu unit laptop, dua flashdisk, dua unit ponsel, satu buah modem, serta empat buah kartu SIM.
[Gambas:Video CNN] (jnp/asr)