Bus Listrik Anak Bangsa Diproduksi di Kudus

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Senin, 29/04/2019 12:47 WIB
Bus Listrik Anak Bangsa Diproduksi di Kudus Bus listrik buatan Mobil Anak Bangsa. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produsen Mobil Anak Bangsa (MAB) mengatakan produksi versi final karoseri bus listrik akan dimulai pada tahun ini di fasilitas pabrik yang berada di Kudus, Jawa Tengah. Dua prototipe bus listrik MAB yang ada sekarang merupakan produksi perusahaan karoseri New Armada yang memiliki fasilitas di Magelang, Jawa Tengah.

"Ke depannya kami akan membangun karoseri kami sendiri di Kudus. Pengoperasian akan dimulai tahun ini. Karoseri anak bangsa akan dimainkan di sana setelah yang dua ini," ujar Leonard kepada CNNIndonesia.com usai acara pra-uji coba bus listrik di Balai Kota, Jakarta, Senin (29/4).

Leonard mengatakan kapasitas terpasang pabrik di Kudus sebanyak lima bus listrik dalam satu hari. Kapasitas terpasang ini dikatakan bisa disesuaikan permintaan pasar.
Bus Listrik Anak Bangsa Diproduksi di KudusBus listrik buatan Mobil Anak Bangsa (MAB). (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)
"Jadi kami merakit sasis dan desain produk di Kudus, nanti karoseri di situ juga. Kami sebut membangun industri busnya. fasilitas di situ. Kapasitas per hari lima unit, kalau sebulan itu produksi kapasitas terpasang bisa 100 unit," kata Leonard.


Leonard menjelaskan saat ini banyak operator bus yang sudah berkomitmen untuk memesan bus listrik. Pihaknya sudah melakukan persiapan, termasuk melakukan uji coba untuk mendapatkan surat rekomendasi uji tipe dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kendati demikian, Leonard mengatakan para operator ini masih memperhitungkan segi operasional dan perawatan bus listrik dibandingkan dengan bus solar.

"Banyak yang sudah komitmen, tapi masih belum bisa layani karena prototipe ini harus kita uji coba dulu untuk dapat surat rekomendasi uji tipe," ujar Leonard.

Leonard menegaskan bus listrik MAB sudah siap beroperasional. Pihak operator disebut juga sedang melakukan uji coba.

"Uji coba kan belum final ya karena kan itu penunjukan ke operatornya juga belum fix," ujar Leonard. (jnp/fea)