Apple Buka Suara Tanggapi Hapus Aplikasi Kontrol Anak

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 29/04/2019 12:06 WIB
Apple Buka Suara Tanggapi Hapus Aplikasi Kontrol Anak Ilustrasi. (REUTERS/Jason Lee)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apple menyatakan telah menghapus sejumlah aplikasi khusus orang tua untuk mengontrol anak mereka memakai ponsel karena membahayakan privasi dan keamanan pengguna.

Menurut keterangan resmi Apple, sepanjang 2018 pihaknya telah menghapus 11 sampai 17 aplikasi termasuk Balance Screen Time by Momen Health dan Verizon Smart Family.

"Selama setahun terakhir, kami sadar bahwa beberapa aplikasi kontrol orang tua ini menggunakan teknologi yang sangat invasif yang disebut Mobile Device Management atau MDM," kata Juru Bicara Apple.


"MDM ini memberikan kontrol pihak ketiga dan akses ke perangkat dan informasi yang paling sensitif termasuk lokasi pengguna, penggunaan aplikasi, akun email, izin kamera, dan riwayat penelusuran."
Lebih lanjut kata Apple, pihaknya telah meninjau penggunaan teknologi MDM ini sejak pertengahan 2017 silam. Meskipun teknologi ini digunakan secara sah dalam dunia bisnis untuk mengkontrol data dan sejumlah perangkat keras perusahaan, namun tetap sangat berisiko.

Apple menilai bahwa melalui MDM, peretas juga dapat mengakses data pengguna untuk tujuan yang tidak baik. Maka dari itu, ketika Apple menemukan terkait pelanggaran pedoman tersebut, perusahaan teknologi raksasa ini telah melakukan komunikasi kepada sejumlah pengembang aplikasi.

"Kami memberi mereka waktu 30 hari untuk mengirimkan aplikasi yang diperbarui untuk menghindari gangguan ketersediaan di App Store. Beberapa pengembang merilis pembaruan untuk menyesuaikan aplikasi mereka dengan kebijakan ini," ujar Apple.

Selain itu, Apple juga angkat bicara soal berita yang dibagikan oleh The New York Times yang menyatakan bahwa Apple menghapus aplikasi tersebut karena alasan persaingan.
Apple pun menegaskan bahwa hal yang mereka lakukan murni karena alasan keamanan bukan soal persaingan.

"Apple selalu mendukung aplikasi pihak ketiga di App Store yang membantu orang tua mengelola perangkat saat digunakan anak-anak mereka. Bertentangan dengan apa yang dilaporkan The New York Times, ini bukan masalah persaingan namun masalah keamanan," paparnya.

Sebelumnya, The New York Times pertama kali yang melaporkan bahwa Apple telah menghapus sejumlah aplikasi untuk mengkontrol anak menggunakan ponsel sepanjang tahun 2018.

Dalam beberapa kasus menurut The New York Times, Apple memaksa perusahaan untuk menghapus fitur yang memungkinkan orang untuk mengontrol perangkat anak-anak mereka bahkan memblokir akses ke aplikasi tertentu yang bermuatan konten dewasa.
Disebut-sebut, Apple merasa bersaing dengan sejumlah perusahaan baru yang membuat aplikasi screen-time itu. Dengan mengendalikan App Store, Apple dapat menemukan beberapa pelanggan mereka yang paling menguntungkan dan memiliki kekuatan luar biasa atas kekayaan perusahaan lain.

Kepala Eksekutif aplikasi screen-time Freedom, Fred Stutzman mengatakan bahwa mereka menjadi target karena aplikasi mereka dapat merusak bisnis Apple. Aplikasi Freedom sendiri mendapatkan unduhan lebih dari 770.000 sebelum Apple menghapus aplikasi itu pada Agustus lalu.

"Insentif mereka tidak benar-benar selaras untuk membantu orang memecahkan masalah mereka. Bisakah Anda benar-benar percaya bahwa Apple ingin pengguna menghabiskan lebih sedikit waktu pada ponsel mereka?" kata Stutzman. (din/age)