Director of YouTube Global Creator & Artist Development Chris Schremp mengatakan algoritme YouTube lebih rumit dari itu, sehingga hanya dengan mengunggah video setiap hari tidak menjadikan video tersebut masuk ke jajaran video yang sedang populer (trending tab).
"Ini tidak benar. Trending tab adalah kombinasi dari banyak hal yang berkaitan dengan apa yang terjadi saat itu. Seperti apa yang sedang menjadi tren saat itu, kata Schremp ketika ditemui usai acara jumpa pers YouTube Pop-Up Space di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semakin relevan, maka alogritme akan membaca bahwa topik atau konten tersebut trending," ujar Schremp.
Trending tidak membutuhkan pengunggahan tiap hari. Trending hanya representasi tentang konten apa yang sedang ingin ditonton oleh penonton." kata Schremp.
Oleh karena itu, Schremp mengatakan YouTuber harus memiliki konten otentik yang menjadi identitas channel. Jadi ketika sedang ada tren, YouTuber ini tetap konsisten membuat konten otentiknya tanpa perlu memikirkan membuat konten sesuai tren.
Kalau mengikuti tren memang bisa jadi jalan pintas. Karena ini tidak akan berlangsung lama. Penonton akan meninggalkan channel apabila tidak memiliki konten otentik," ujar Schremp (jnp/eks)