Astronom Temukan Lapisan Es di Satelit Saturnus

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 02/05/2019 16:56 WIB
Astronom Temukan Lapisan Es di Satelit Saturnus Ilustrasi Saturnus. (REUTERS/NASA/JPL-Caltech/Space Science Institute/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satelit Saturnus yang bernama Titan telah lama menarik perhatian astronom karena fitur permukaannya yang unik. Pesawat ruang angkasa Cassini milik NASA, yang mempelajari Saturnus selama lebih dari 13 tahun, menghabiskan banyak waktu untuk memeriksa Titan.

Dilansir dari BGR, belum lama ini, makalah baru yang diterbitkan oleh Nature Astronomy mengungkapkan keberadaan temuan aneh dari Titan. Saat ini, Titan masih tetap tersembunyi dari pandangan berkat atmosfer bulan yang kabur.

Sepotong besar es air mendominasi sebagian besar bagian tengah planet, membentang hampir 4.000 mil, dan penemuannya telah membuat para ilmuwan bertanya-tanya apa yang menyebabkannya.


Es air diketahui ada di permukaan Titan, tetapi diperkirakan terisolasi di daerah kecil yang terlokalisasi. Danau cair juga menyentuh permukaannya, beberapa di antaranya sangat dalam, tetapi dipenuhi dengan metana cair yang sangat dingin daripada air.

"Analisis kami mendeteksi fitur linear batuan dasar yang kaya es, yang memanjang hingga setara dengan 40 persen keliling Titan," para peneliti menjelaskan.

"Koridor ini membingungkan karena tidak berkorelasi dengan topografi atau pengukuran bawah permukaan. Medan yang kaya es di daerah lain Titan hanya terjadi di daerah setempat yang digali oleh kawah atau terkena erosi, menunjukkan bahwa cryovolcanism, jika aktif, saat ini tidak tersebar luas."

Sementara para peneliti terus memeriksa mekanika apa yang mungkin berperan untuk memungkinkan kumpulan es air yang begitu besar telah terkumpul di permukaan Titan, pekerjaan yang mengarah pada penemuannya jelas layak dipuji.

Cassini mengumpulkan sejumlah besar data selama 100+ flybys of Titan, tetapi menambang data untuk penemuan baru membutuhkan waktu serta pendekatan baru.

Para peneliti menggunakan teknik yang disebut analisis komponen utama untuk mengidentifikasi. Bentuk analisis ini bertindak seperti filter, memungkinkan tim untuk melihat melewati fitur yang paling jelas dalam pemindaian Cassini dan mendeteksi perbedaan yang mungkin terlewatkan. Dalam kasus ini, landasan pacu es air bersembunyi di bawah wajah berkabut planet ini. (age)