Honda Sindir Harga Murah Mobil Merek China

fea, CNN Indonesia | Jumat, 03/05/2019 12:45 WIB
Honda Sindir Harga Murah Mobil Merek China Logo mobil Honda. (Foto: REUTERS/Toru Hanai)
Jepara, CNN Indonesia -- Harga murah merupakan senjata utama merek China mencari konsumen di Indonesia. Honda, merek terbesar ketiga berdasarkan penjualan di dalam negeri, mengkritisi strategi itu yang dikatakan berdampak pada konsumen untuk jangka panjang.

Salah satu contoh mobil China yang dijual lebih murah dari harga pasaran adalah medium SUV Wuling Almaz yang dilego Rp318,8 juta. Banderol itu jauh di bawah Honda CR-V yang dijual mulai Rp444,5 juta.

Contoh lainnya adalah DFSK Glory 560 yang dirilis RpRp189 juta hingga Rp239 juta. Low SUV ini lebih murah ketimbang Honda BR-V (Rp238 juta - Rp279,5 juta) dan bahkan di bawah Toyota Avanza yang dijual mulai Rp191,1 juta.


Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan pada umumnya konsumen mulai membeli mobil pertama dari yang harganya termurah dan berukuran kecil. Hal itu dikatakan didasari kemampuan perekonomian konsumen yang mencari cicilan terendah.

Dari mobil murah itu, seiring waktu konsumen bisa membeli mobil yang lebih mahal dan ukurannya lebih besar. Logikanya, mobil pertama dijual, kemudian hasilnya digunakan buat membeli mobil baru. Upgrade atau pembaruan itu dikatakan sulit bila konsumen membeli mobil yang harganya murah.

"Harapannya sampai tua itu mobilnya akan besar, upgrade terus. Kalau Anda beli (mobil pertama) murah ya sampai tua sama saja, bisa-bisa hilang," ucap Jonfis di Jepara, Jawa Tengah (2/5).

"Dulu di bawah Rp100 juta mobil paling murah. Kemudian naik lagi, 5 tahun paling murah Rp150 juta kira-kira mobil-mobil yang lumayan volumenya. Nanti naik lagi Rp200 juta. Kalau Anda beli mobil Rp150 juta sekarang, nanti jual Rp75 juta, Anda mau beli mobil ke depan yang paling murah Rp200 juta, Anda harus tambah berapa?" katanya lagi.

Perlu dipahami, setiap tahun produsen selalu meninggikan harga produk. Pada umumnya hal itu terkait peningkatan pajak-pajak, biaya produksi, nilai tukar rupiah, dan lain sebagainya.

Harga jual mobil bekas menjadi perhatian sebab hal seperti ini juga masih menjadi salah satu pertimbangan kuat konsumen membeli mobil di dalam negeri. (fea)


BACA JUGA