Seperti diketahui, selain digandrungi karena masih diputar di bioskop tidak sedikit penggemar 'Avengers: Endgame' yang memilik menontonnya secara daring melalui situs ilegal.
Kaspersky menjelaskan untuk bisa mengantongi informasi pribadi, para scammer ini akan meyakinkan pemburu film 'Avengers: Endgame' bahwa situs mereka menyediakan film yang berdurasi tiga jam tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mendaftar untuk membuat sebuah akun tidak akan dipungut biaya, namun pengguna harus memberikan alamat email dan membuat kata sandi," ujar Kaspersky Lab.
Lebih lanjut pengguna akan diperintah untuk memvalidasi akun tersebut. Validasi akun tersebut melibatkan informasi tagihan pengguna dan detail kartu kredit termasuk kode CVC yang tercetak di bagian belakang kartu.
Tertulis di situ bahwa pengguna tidak akan dikenai biaya apa pun. Usai melakukan validasi, scammer telah menang dengan memperoleh alamat email, kata sandi email, nomor kartu kredit, hingga CVV kartu kredit.
Usai melakukan validasi, penonton tertipu karena tidak akan ada film yang telah dijanjikan. Beberapa detik konten asli yang ditayangkan para scammer hanya sebagian dari cuplikan trailer film. Akhirnya, informasi yang diberikan pengguna berada di tangan scammers.
Pada kenyataannya, orang masih menggunakan kata sandi yang sama untuk banyak akun. Oleh karena itu, dibekali dengan alamat email dan kata sandinya, sangat mungkin scammer juga bisa membobol akun toko online, game streaming, media sosial, dan lain-lain.
"Godaan untuk mengambil beberapa jalan pintas keamanan demi menonton film yang telah lama ditunggu-tunggu dan tidak perlu khawatir akan spoiler atau tiket terjual habis dapat terbukti sangat menarik bagi penggemar setia, itulah yang menjadi mangsa para pelaku kejahatan siber," ujar Sidorina. (jnp/evn)