Netizen Laporkan iPhone dan Mac Diretas, Ada Apa?

Eka Santhika, CNN Indonesia | Jumat, 11/08/2017 09:33 WIB
Netizen Laporkan iPhone dan Mac Diretas, Ada Apa? Sejumlah pengguna produk Apple, baik iPhone maupun Macbook, mengeluhkan terkuncinya perangkat mereka. (dok. Roman Drits/Barn Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengguna produk Apple sepertinya mesti waspada. Sebab, peretas sepertinya tengah mengincar pengguna produk-produk buatan perusahaan berlogo Apple tersebut. Mulai dari iPhone hingga Mac, tak pelak dari serangan ini.

CNNIndonesia.com memantau sejumlah keluhan yang dikeluhkan netizen di Indonesia kterkait serangan ransomware ini. Pemilik akun @didats asal Malang mengeluhkan bahwa Macbook miliknya terkunci. Ia harus memasukkan kode empat digit dan mengirim email ke apple.help@gmx.com untuk membuka kunci pada laptopnya itu.

Ia bahkan diminta tebusan senilai US$50 dalam bentuk Bitcoin sebagai tebusan untuk mendapatkan kode tersebut. Si peretas menjamin data aman begitu kode ditebus. Tapi siapa tahu?




Keluhan serupa juga dilayangkan @astridgloria di waktu yang hampir bersamaan dengan @didats. Kali ini yang terkena adalah iPhone dan Macbook miliknya.



Awal serangan ini biasanya dimulai dengan adanya email peringatan bahwa Apple ID pengguna diakses di tempat lain. Setelah itu, iPhone masuk ke mode lost iPhone. Sementara Macbook terkunci dengan menampilkan kotak berisi kode empat digit.

Akun @vnsn__ mengeluhkan bahwa serangan ini dimulai dengan adanya peringatan bahwa akun Apple ID miliknya diakses dari Moskow. Beberapa pengguna lain juga mengeluhkan hal serupa, meski diakses dari negara berbeda.



Beberapa menyatakan ini sebagai serangan ransomware, sebagian lagi menyebutkan bahwa ini adalah serangan phising. Phising biasanya dilakukan dengan mengirimkan pemberitahuan palsu, memancing pengguna dengan link tertentu agar pengguna memasukkan identitas mereka di situs yang terhubung dalam link.

Padahal situs itu adalah situs palsu yang sengaja dibuat untuk mencuri data pribadi pengguna, password, data kartu kredit, atau kredensial lainnya. Link ini juga bisa jadi pemicu untuk mengunduh malware ke perangkat pengguna. Jadi, ketika peringatan yang muncul mencantumkan link tertentu, ada baiknya berhati-hati.



Ternyata serangan ini tak hanya terjadi di Indonesia. Pengguna asal Perancis juga mengeluhkan hal serupa.



Peringatan yang sama juga dilayangkan oleh akun @Tyrannosaurus_J



Sebelumnya, ada serangan serupa dari alamat email serupa apple.help@gmx.com. Hal ini dilaporkan pengguna dengan akun Cansik di situs Stackexchange.

Serangan itu dalam bahasa Jerman. Bedanya pengguna tak perlu memasukkan kata kunci. Selain itu, Cansik menemukan bahwa file dalam Macbook miliknya tak dienkripsi. Sehingga, ia dapat dengan mudah mendapat backup datanya kembali.